21 September 2020, 15:11 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Inggris Capai Titik Krisis


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

INGGRIS berada di titik krisis dalam menghadapi pandemi covid-19. Bahkan, dibutuhkan lebih banyak pembatasan untuk menekan laju penyebaran virus.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock. "Kita menghadapi sebuah pilihan. Jika semua orang mengikuti aturan dan otoritas semakin bertindak ketat pada pelanggar aturan, kita bisa menghindari lockdown lebih lanjut," tutur Hancock kepada BBC.

"Saya tidak ingin melihat lebih banyak tindakan yang lebih ketat. Namun, jika masyarakat tidak mengikuti aturan, virus akan cepat menyebar,” pungkasnya.

Baca juga: Angka Positif Covid-19 Inggris Naik 167 Persen

Dia menyebut pemerintah Inggris siap mengambil tindakan yang diperlukan. Termasuk, menindak keras pelanggar protokol kesehatan. Pemerintah bahkan menjatuhi denda hingga 10.000 pounds kepada warga yang tidak mengisolasi diri.

Adapun Wali Kota London Sadiq Khan memperingatkan bahwa London harus menerapkan pembatasan ketat pada Senin waktu setempat. Langkah itu merespons lonjakan kasus covid-19 belum lama ini.

Pada Minggu waktu setempat, Inggris mencatat 3.899 kasus baru dan jumlah kematian akibat covid-19 meningkat 18 orang. Di lain sisi, pemimpin oposisi Partai Buruh Keir Starmer mendesak pemerintah untuk mempercayakan tes covid-19 kepada otoritas lokal.

Baca juga: Selandia Baru Cabut Aturan Pembatasan

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memperingatkan potensi gelombang kedua covid-19 dalam waktu depat. Pemerintah akan mengintensifkan tindakan khusus untuk menekan laju infeksi.

Selain Inggris, Tiongkok, Rusia dan Amerika Serikat juga berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin covid-19. Otoritas Inggris berharap vaksin tersedia sebelum akhir tahun.(Xinhua/Hym)

 

BERITA TERKAIT