21 September 2020, 14:28 WIB

Pemerintah Diminta Tekan Angka Kematian Pasien Covid-19


Hilda Julaika | Humaniora

PEMERINTAH diminta untuk mencari solusi penekanan potensi kematian pasien covid-19. Selain utamanya 1 nyawa sangat berarti namun lahan pemakaman bisa terancam penuh hingga akhir tahun ini jika angka kematian terus naik.

"Yang harus dilakukan bagaimana upaya pemerintah agar pada kelompok yang berisiko tinggi bisa dilindungi dan dihindari dari potensi kematian," kata pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna dihubungi mediaindonesia,com, Senin (21/9).

"Harus ada upaya yang lebih maksimal karena makin banyak yang meninggal makin cepet penuh itu pemakaman," jelasnya.

Pemerintah perlu untuk melindungi potensi penularan bagi mereka yang berisiko tinggi. Namun juga bagi mereka yang hidup bersama dengan kelompok berisiko tinggi.

Baca juga :Klaster Pemerintah Meningkat, Kantor Pemerintah Diusulkan Tutup

"Potensi tertular atau potensi kena kasus. Di sini mau tidak mau mereka yang sudah sepuh atau punya potensi pun yang hidup bersama mereka pun harus saling menjaga jadi otomatis ini memberikan satu pengaruh bagaimana risiko pengurangannya," paparnya.

Hingga saat ini di DKI Jakarta terdapat dua Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah covid-19. Yakni TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Menurut Yayat jika tak ada perluasan lahan, hingga akhir tahun ini dikhawatirkan lahan TPU ini akan habis. Sehingga pemerintah diminta untuk melakukan pengadaan tanah untuk lahan altermatif.

"Terkait pengadaan tanah. DKI Jakarta mau tidak mau mulai mencadangkan kemungkinan darurat di APBD Perubahan untuk melakukan tindakan kemungkiman menambah areal dengan cara pembebasan tanah atau pembelian tanah baru yang harus segera dianggarkan," pungkasnya. (OL-2))

 

BERITA TERKAIT