21 September 2020, 14:20 WIB

Wamen KLHK Sebut Rehabilitasi DAS Perlu Libatkan Masyarakat


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

DUA perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yakni PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Ganda Alam Makmur (GAM) melaksanakan kewajibannya dengan melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). PT BSI memberikan lahan sekitar 100,32 hektar, sedangkan PT GAM memberikan lahan seluas 1.049 hektar untuk pelaksanaan rehabilitasi DAS. Kedua perusahaan juga melibatkan warga sekitar untuk melaksanakan kegiatan penghijauan kembali.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengapresiasi kedua perusahaan tersebut yang telah melaksanakan kewajibannya. Selain itu, Alue juga meminta pemegang IPPKH untuk turut melibatkan masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi DAS serta penanaman multipurpose tree species (MPTS), sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Baca juga: Klarifikasi BMKG: Dentuman bukan Berasal dari Gempa

“Rehabilirasi DAS dilaksanakan dengan tetap meningkatkan peran serta masyarakat di lokasi rehab dilaksanakan. Saya pikir pelibatan masyarakat tidak hanya pada proses penanaman, tapi juga sangat penting pada proses pemeliharaan agar yang ditanam itu survival ratenya tinggi. Kalau survival rate 70-80 persen bisa hidup dari yang ditanam tentu itu sudah cukup bagus,” ujar Alue dalam webinar Rehabilitasi DAS untuk Pemulihan Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat, Senin (21/9).

Alue menuturkan, jika keberhasilan proses rehabilitasi DAS cukup tinggi, dan tanaman yang ditanam dapat menghasilkan produk kayu, buah, sayur, maupun rempah, maka diharapkan dapat menjadi sumber mata pencaharian alternatif bagi warga sekitar, dengan diiringi pengorganisasian yang baik.

“Jadi kalau ini kelompok, wajib dibuat aturan kelompok supaya kalau nanti panen, pembagiannya seperti apa, cost yang disisakan seperti apa, supaya tidak menimbulkan masalah ke depan,” imbuhnya.

Menurut Alue, tindakan rehabilitasi DAS merupakan wujud komitmen perusahaan pemegang IPPKH untuk tidak hanya mengejar keuntungan perusahaan semata, namun ada upaya memperbaiki lingkungan hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Triple P (people, planet, profit) harus terus dijalankan dalam proses bisnis perusahaan supaya terus langgeng tidak hanya untung tapi juga lingkungan hidup kita terpelihara, hutan terjaga baik, dan masyarakat di sekitar perusahan maupun di luar perusahaan juga memperoleh kehidupan yang baik,” tandasnya.

Berdasarkan data KLHK, saat ini terdapat 1.039 unit IPPKH aktif atau setara dengan 500.131 hektar yang terbagi menjadi IPPKH pertambangan sebanyak 669 unit dengan luas 445.953 ha dan IPPKH nonpertambangan 370 unit dengan luas 54.178 hektar. Dari total kewajiban rehabilitasi DAS seluas 560.719 hektar, lahan yang telah ditanami yakni sekitar 105.202 hektar. Sedangkan sepanjang tahun ini, hingga Agustus 2020 lahan rehabilitasi DAS mencapai 10.393 hektar. (H-3)

BERITA TERKAIT