21 September 2020, 13:45 WIB

Training of Farmer Bisa Tingkatkan Produktivitas Pertanian


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEGIATAN Training of Farmer (ToF) penerapan Pertanian Cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) di Purworejo berdampak positif.

Lewat pelatihan yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banyuurip, indeks pertanaman (IP) di Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah meningkat menjadi IP 300.

Pelatihan ToF di BPP Banyuurip Purworejo diikuti sebanyak 24 orang petani, termasuk peserta petani  perempuan. Pelatihan dilaksanakan pada 15-17 September 2020.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa ToF CSA SIMURP harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh para petani di Indonesia.

“Kegiatan ToF CSA SIMURP memberikan banyak manfaat buat petani dan penyuluh. Ikuti kegiatan ini dengan serius sehingga bisa diaplikasikan di pertanian,” tutur Mentan SYL, Senin (21/9).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi, mengharapkan pelatihan ToF memberikan manfaat kepada petani.

“Khususnya dalam meningkatkan pengetahuannya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, caranya dengan cerdas memanfaatkan iklim. Misalnya bagaimana pertanian hanya memerlukan air sedikit  tetapi produktivitasnya tetap tinggi,” jelasnya.

“Cara lainnya adalah dengan menghemat pupuk. Apalagi pupuk juga menjadi faktor pengungkit produktivitas yang luar biasa. Pupuk menjadi faktor penting untuk produksi,” tutur Dedi Nursyamsi.

Materi ToF CSA SIMURP di Purworejo disampaikan oleh fasilitator handal yang sebelumnya telah di latih dulu melalui Training of Trainer (ToT).

Materi pembekalan yang diterima peserta di antaranya adalah konsep dasar CSA, pengujian unsur hara tanah dengan perangkat uji tanah sawah (PUTS), tanam jajar legowo, pembuatan pupuk organik, pengambilan sample gas rumah kaca, tanam jajar legowo serta budidaya cabai.

Pembekalan dilakukan juga dalam praktik. Diskusi selama pembelajaran menunjukkan bahwa peserta bersemangat terhadap pembangunan pertanian. Petani sebagai subyek pembangunan pertanian paham betul akan permasalahan yang ada di wilayah masing masing.

“Peningkatan produktivitas dan produksi merupakan output para peserta nantinya. Dengan menerapkan prinsip CSA dimana budidaya tanaman dengan memperhatikan lingkungan sehingga diperoleh kecukupan pangan yang berkelanjutan dengan kelestarian alam yang berkelanjutan juga,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, indeks pertanaman (IP) 300 akan menjadi kunci juga peningkatan pendapatan setahun menjadi peluang tenaga kerja karena peningkatan pemanfaatan lahan bero menjadi prioritas. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT