21 September 2020, 13:40 WIB

BLT Dana Desa Tersalur ke 7,9 Juta Keluarga


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

DANA  Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa per 20 September 2020 sudah tersalur kepada 7.970.652 keluarga penerima manfaat (KPM). Desa yang telah menerima manfaat tersebut sebanyak 74.148 desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengatakan jumlah tersebut meliput 2.470.902 KPM adalah perempuan kepala keluarga (PEKKA) dan 288.163 KPM yang memiliki anggota keluarga menderita penyakit kronis dan menahu.

"Selain itu, KPM penerima BLT dana desa 88% bekerja sebagai petani atau beruh tani. Ini sudah baku karena sudah selesai pada gelombang pertama," kata Abdul saat konferensi pers secara daring, Senin (21/9).

Dirinya merinci KPM penerima BLT dana desa berdasarkan pekerjaan. Petani dan buruh tani sebanyak 7.014.174 KPM atau 88%; pedagang UMKM 400.567 KPM atau 5%; nelayan dan buruh nelayan 323.703 KPM atau 4%; buruh pabrik 163.398 KPM atau 2%; dan guru 68.780 KPM hanya 1%.

"Sehingga total penerima BLT dana desa mencapai 7.970.652 KPM dan tersalur mencapai Rp15.095.823.086.512," ujar Abdul.

Selain itu, Abdul Halim juga mneyampaikan hingga Desember nanti sebanyak 1.119 desa yang terdiri 192.691 KPM denga total Rp146,1 miliar anggarannya akan dicover oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dengan program Bantuan Sosial Tunai (BST).

"Kenapa dicover? Karena anggaran dana desa telah habis. Kenapa dana desa habis tidak sampai Desember? karena dana desanya cair lebih awal sebelum ada covid sudah cair," ujarnya.

Data anggaran yang akan dicover Kemensos sendiri telah diserahkan. Sehingga data by name by address dipegang oleh Kemensos.

"Hal ini selaras dengan posisi Kemendes PDTT terkait dana desa adalah sementara karena memang kondisinya extraordinary. Tentunya ke depan diharapkan Social Safety Net akan ditangani seluruhnya oleh Kemensos," ungkapnya.

Sehingga, lanjut Abdul, dana anggaran Kemendes PDTT sebesar Rp72 triliun pada 2021 digunakan untuk pembangunan desa baik dari segi ekonomi maupun peningkatan sumber daya manusia. (E-1)

BERITA TERKAIT