21 September 2020, 12:31 WIB

Schwartzman akan Hadapi Djokovic di Final Italia Terbuka


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

PETENIS Argentina Diego Schwartzman, untuk pertama kalinya mencapai final ATP Masters 1000, Senin (21/9). Kepastian itu diperoleh setelah Schwartzman menundukkan perlawanan Denis Shapovalov 6-4, 5-7, dan 7-6 (4).

"Aku sangat sangat senang. Aku pikir pertandingan ini merupakan pertandingan yang gila, ini sangat berat untuk kami berdua. Aku sendiri sangat bahagia karena aku menang," terang Diego usai pertandingan sebagaimana dilansir ATPTour, Senin (21/9).

Schwartzman sebelumnya menyingkirkan juara sembilan kali Italia Terbuka Rafael Nadal dalam laga yang disebutnya sebagai 'pertandingan terbaik'.

Baca juga: Djokovic Tampil di Final Italia Terbuka

Ia mampu kembali mencatatkan hasil positif setelah berusaha sangat keras selama 3 jam 15 menit untuk mendapatkan kemenangan terbesar dalam kariernya. dalam pertandingan terpanjang di turnamen.

Shapovalov sendiri bukan tanpa perlawanan dan mengerahkan segenap kemampuannya dalam pertandingan marathon ini. Melakukan service pada posisi 5-4 pada set ketiga, namun ia tidak dapat memberikan jarak.

Petenis Kanada itu memainkan pertandingan mencengangkan dengan pertunjukan pukulan keras, namun akhirnya Schwartzman yang mampu menyelesaikan pertandingan.

Fisik Shapovalov begitu terkuras sebagaimana pertandingan melampaui tiga jam. Shapovalov mencatatkan double fault ke delapannya dan membuatnya tertinggal saat mini break dalam tie break. Schwartzman sendiri tetap solid dan memenangkan match point pertamanya.

Schwartzman akan bertemu petenis nomer satu dunia Novak Djokovic di laga final. Jika Ia menang, petenis Argentina itu akan menembus 10 besar peringkat ATP untuk pertama kalinya,

"Aku memiliki dua mimpi untuk pertandingan esok. Pertama memenangkan turnamen seperti ini dan kedua menempati peringkat 10 besar. Aku harus bermain lebih dari 100%. Aku tidak ingin mengatakan kalau hal itu mustahil, karena itu mungkin tercapai. Aku tahu aku dapat mengalahkannya tetapi itu akan menjadi pertandingan yang sulit," terang Schwartzman.

Peraih gelar tiga kali ATP itu menjadi petenis Argentina pertama yang mencapai final di Roma sejak Guillermo Coria pada 2005. Sedangkan pemain Argentina terakhir yang mendapatkan gelar tersebut adalah Alberto Mancini pada 1989.

Di sisi lain, Shapovalov menyampaikan pertandingan itu sangat hebat bagi kedua petenis.

"Aku rasa ini merupakan pertandingan hebat untuk kami berdua. Aku merasa kami berdua layak menang sehingga aku tidak merasa tidak ada kunci kemenangan, hanya sepasang point lah yang memberikan perdedaan," tutur Shapovalov.

Pada pertandingan itu, Shapovalov berusaha untuk mencapai Final Master 1000 keduanya. Tahun lalu, ia kalah dari Djokovic dalam pertandingan championship Rolex Paris Masters.

"Hal terbesar bagi saya adalah mampu bersaing ketat melawannya dari belakang terlepas kesulitan service saya. Saya pikir itu menunjukkan peningkatan besar dari saya, dan saya sangat, sangat senang dengan cara saya bermain," pungkas Shapovalov. (OL-1)

BERITA TERKAIT