21 September 2020, 12:23 WIB

Pemkab Manggarai Dinilai Setengah Hati Tangani Pasien Covid-19


Yohanes Manasye | Nusantara

AKUN Facebook Sindy Garung, salah satu pasien positif covid-19 di Manggarai, menampilkan foto dirinya bersama beberapa orang lainnya di teras Wisma Atlet Stadion Golo Dukal, Minggu (20/9).

Pada foto tersebut ia menambahkan tulisan, "Terima kasih sudah berkunjung. Tidak ada petugas yang melarang orang yang sehat bisa berdekatan dengan pasien??"

Pada foto tersebut tampak 11 orang sedang duduk dan berdiri santai tanpa memperhatikan jarak aman sesuai protokol. Mereka mengenakan masker, namun hampir semuanya hanya menggantungkan masker di dagu. Bahkan dua pria dewasa terlihat sedang merokok.

Baca juga: Sembuh, 12 Pasien Covid-19 di Sorong Selatan Diizinkan Pulang

Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sindy mengatakan di antara 11 orang yang terdapat dalam foto itu, delapan orang, termasuk dirinya, merupakan pasien yang dikarantina karena positif covid-19.

Sementara tiga orang lainnya ditambah seorang pemotret merupakan orang sehat. Keempat orang sehat tersebut merupakan keluarga Sindy yang datang untuk menjenguk dirinya.

"Kemarin kakak saya datang jenguk. Mereka ada empat orang," jelas Sindy.

Saat itu, petugas membiarkan saudaranya datang menjenguk hanya dengan mengingatkan agar mereka jaga jarak. Namun, ketika foto tersebut beredar di medsos, petugas malah menelepon dirinya sambil marah-marah.

"Mereka lepas saja kami duduk berdekatan. Pas tadi malam, petugas telpon saya marah-marah, terus dia bilang seharusnya kau yang larang mereka untuk tidak berdekatan," jelas Sindy.

Ia mengaku kesal dengan petugas karena postingannya di medsos tidak untuk menyinggung siapa pun. Ia mengaku mengunggah foto tersebut di Facebook untuk menunjukkan fakta sebenarnya yang terjadi di tempat karantina.

"Di sini saya lagi yang dipersalahkan. Saya posting itu tidak untuk menyinggung siapa pun. Saya posting sesuai dengan fakta yang ada," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Deno Kamelus yang dihubungi Media Indonesia tidak merespon hal ini.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai Ricky Joman menilai Pemkab Manggarai setengah hati dalam menangani kasus covid-19.

"Mereka sosialisasi ke masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, tetapi di tempat karantina mereka lalai. Ini kan penanganan setengah hati," kecam Ricky.

Ia meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai untuk tidak membiarkan adanya warga yang mengunjungi pasien jika petugas tidak bisa mencegah adanya kontak erat dengan pasien positif covid-19.

"Jangan izinkan keluarga untuk bebas berkunjung apalagi sampai tidak menjaga jarak hingga kontak erat dengan pasien," katanya.  

Sementara itu, penyebaran covid-19 di Kabupaten Manggarai kian mengkhawatirkan. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan dan kini berjumlah 27 orang.

Dari 27 kasus itu, terdapat satu pasien meninggal dunia, empat sembuh, dan 22 pasien menjalani perawatan di Wisma Atlet Stadion Golodukal, Ruteng. (OL-1)

BERITA TERKAIT