21 September 2020, 10:01 WIB

Seni Budaya Mampu Tenteramkan Kehidupan Masyarakat


Djoko Sardjono | Nusantara

SENI budaya mampu memberikan rasa keindahan, ketenteraman, dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya itu, seni budaya juga sarat dengan pesan pendidikan moral dan budi pekerti.

Karena itu, apresiasi terhadap seni budaya, terutama di kalangan generasi muda perlu ditingkatkan. Pun pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa di era globalisasi ini menjadi tanggung jawab bersama.

Hal itu disampaikan Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Rony Roekmito pada temu pegiat seni di Gedung Sunan Pandanaran (RSPD) Klaten, Minggu (20/9).

Baca juga: Ayam Ras Bertelur Jumbo Hebohkan Tasikmalaya

Temu pegiat seni digelar Dewan Kesenian Klaten dan dikuti sekitar 150 orang. Acara itu dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten Sri Nugroho dan Kepala Dispermasdes Jaka Purwanto.

Menurut Sri Mulyani, upaya pelestarian seni budaya ke depan semakin diuji. Karena, di era globalisasi pergaulan masyarakat tidak hanya secara verbal, tapi juga melalui media, seperti televisi dan internet.

"Nah, kalau dalam pergaulan atau interaksi itu tidak disertai dengan bekal moral dan budi pekerti yang memadai, niscaya kita bisa larut dalam budaya dan sistem nilai baru yang datang dari luar," ujarnya.

Menyadari pentingnya pelestarian dan pengembangan seni budaya  bangsa, lanjut Sri Mulyani, keberadaan Dewan Kesenian Klaten yang menjadi mitra pemerintah perlu mendapat dukungan semua pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani meminta Dewan Kesenian Klaten agar terus menjaga kelestarian seni budaya daerah guna mewujudkan  masyarakat Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Sementara itu, Plt Kepala Disparbudpora Sri Nugroho mengatakan  pihaknya memfasilitasi program kegiatan Dewan Kesenian Klaten, tidak
terkecuali para pelaku dan pegiat seni yang ada di Klaten.

Pemkab Klaten pun telah menerbitkan regulasi, antara lain Perda No 2 Tahun 2014 tentang Pelestarian Budaya dan Bahasa Jawa, dan Perda No 13 Tahun 2019 tentang Pemajuan Kesenian Daerah.

"Selain itu, dasar pelaksanaan program kegiatan pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah, juga mengacu Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan," imbuh Sri Nugroho.

Senada dikemukakan Kepala Dispermasdes Klaten Jaka Purwanto. Menurutnya, wacana akan diterbitkannya peraturan desa (perdes) tentang
pemajuan seni budaya daerah di tingkat desa perlu didukung.

Selain itu, rencana pembentukan pamong budaya desa dan gerakan desa ramah budaya yang digagas Dewan Kesenian Klaten juga patut diapresiasi. Sehingga, potensi seni budaya daerah hidup dan berkembang.

Ketua Umum Dewan Kesenian Klaten Sunarna diwakili Ketua Harian FX Setyawan DS mengatakan temu pegiat seni untuk menampung masukan dari peserta guna menyusun program kerja Dewan Kesenian Klaten 2021.

Dewan Kesenian Klaten memiliki strategi Trikarsa Budaya, yaitu meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah. Untuk itu, Dewan Kesenian Klaten 2020 mendapat dana hibah Rp1,7 miliar.

Seni budaya daerah yang dilestarikan dan dikembangkan, antara lain seni tari tradisi dan kreasi, pedalangan, ketoprak, karawitan, srandul sronthul, musik, seni rupa, sastra Jawa dan Indonesia, dan komedi tunggal.

Salah satu pegiat seni tari, Lintang, dalam diskusi itu mengusulkan agar pemerintah membangun gedung kesenian yang standar, guna mendorong dan mendukung pelaku seni tari lebih berkreasi dan inovasi.

"Klaten belum memiliki gedung kesenian yang representatif untuk  pengembangan seni tari. Dan, dengan dibangunnya gedung kesenian kreasi
dan inovasi tari Klaten nanti akan dikenal masyarakat luas," ungkapnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT