21 September 2020, 09:22 WIB

Peran Media Dibutuhkan dalam Sosialisasi Mitigasi Tsunami


Kautsar Bobi | Humaniora

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut perlu peran seluruh pihak dalam upaya mitigasi ancaman tsunami, termasuk peran aktif media massa.

"Teman-teman dari news menyosialisasikan berbagai upaya mitigasi mandiri," ujar Kepala Informasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Tiar Prasetya, Senin (21/9).

Media massa di Indonesia dapat mencontoh produk jurnalistik yang dihasilkan media massa Jepang saat tsunami melanda pada 2011 silam. Media di 'Negeri Sakura' tersebut fokus pada penanganan bencana.

Baca juga: Bersih-bersih, Sungai Kemuning Jadi Ikon Wisata Banjarmasin

"Bukan korbannya yang diekspose tapi langkah-langkah pertolongan dan perkembangannya," tuturnya.

Mekanisme pemberitaan tersebut diyakini dapat membawa ketenangan bagi masyarakat.

"Ini penting untuk trauma healing, saling bahu membahu mengatasi bencana," jelasnya.

Selain itu, BMKG terus melakukan pemantaun daerah yang berpotensi terjadi tsunami. Hasil pemantaun akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah (pemda) agar tidak mendirikan bangunan di lokasi yang sekiranya rawan bencana.

Kemudian, didukung dengan adanya peta rencana evakuasi dari bencana yang dihasilkan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD). Ke depannya masyarakat dapat mengetahui cara menyelamatkan diri di tengah bencana.

"Kapan pun kejadian bencana terjadi minimal resiko akibat bencana itu bisa dikurangi," tukasnya.

Sebelumnya, riset Sri Widyantoro menyedot perhatian. Guru Besar bidang Sesimologi ITB itu memprediksi tsunami setinggi 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur. (OL-1)

BERITA TERKAIT