21 September 2020, 07:51 WIB

Di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19, India Buka Kembali Taj Mahal


Faustinus Nua | Internasional

DI tengah lonjakan kasus baru covid-19 yang tinggi di India, otoritas setempat memutuskan membuka tempat wisata terkenal Taj Mahal bagi pengunjung pada Senin (21/9).

India, rumah bagi 1,3 miliar orang dan beberapa kota paling padat di dunia, telah mencatat lebih dari 5,4 juta kasus covid-19. Sekitar 100 ribu infeksi baru dan lebih dari 1.000 kematian dilaporkan setiap hari.

Namun, setelah penguncian ketat pada Maret yang menghancurkan ekonomi puluhan juta orang, Perdana Menteri Narendra Modi enggan meniru langkah tersebut untuk memperketat aktivitas lagi.

Baca juga: Tiongkok Temukan Virus Korona di Kemasan Cumi-Cumi Impor

Sebaliknya, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah India telah mengurangi lebih banyak pembatasan termasuk di banyak rute kereta, penerbangan domestik, pasar, restoran, dan sekarang, mengunjungi Taj Mahal.

Makam marmer putih yang terkenal di dunia di Kota Agra di selatan New Delhi itu adalah tempat wisata paling populer di India. Biasanya, tempat itu menarik 7 juta pengunjung dalam setahun tetapi telah ditutup sejak Maret.

Para pejabat mengatakan, ketika dibuka kembali, aturan jarak sosial yang ketat akan diberlakukan dan jumlah pengunjung harian akan dibatasi sebanyak 5.000 atau seperempat dari tingkat normal. Tiket masuk juga hanya bisa dibeli secara daring.

"Lingkaran sedang ditandai, masker akan menjadi suatu keharusan dan tidak ada yang bisa masuk tanpa pemeriksaan termal," kata Vasant Swarnkar, arkeolog senior yang bertanggung jawab atas monumen di Agra itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT