21 September 2020, 06:05 WIB

Pogacar Juara Tour de France 2020


Basuki Eka Purnama | Olahraga

TADEJ Pogacar resmi menjadi juara Tour de France 2020 setelah mempertahankan kaus kuningnya pada etape ke-21 dari Mantes-la-Jolie hingga Paris Champs-Elysees, Paris, Prancis, Senin (21/9) dini hari WIB.

Ketika Sam Bennett memenangi etape terakhir itu, Minggu (20/9) sepenuhnya menjadi hari milik pebalap tim UAE Emirates Pogacar. Ia akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-22 pada Senin (21/9) dan menjadi pembalap sepeda termuda yang menjuarai ajang bergengsi itu sejak Henri Cornet melakukannya pada 1904.

Dengan catatan waktu total 87 jam 20 menit 05 detik, Pogacar juga merupakan pembalap Slovenia pertama yang menjuarai Tour de France.

Baca juga: Juara Etape 20, Pogacar Rebut Yelow Jersey TdF 2020

Pogacar, yang merebut kaus kuning dari Primoz Roglic melalui penampilan gemilang pada time trial yang berlangsung pada Sabtu (19/9), juga memenangi kaus putih sebagai pembalap di bawah 25 tahun terbaik serta kaus polkadot sebagai raja tanjakan.

Roglic mengakhiri kompetisi dengan menduduki peringkat kedua, tertinggal 59 detik, sedangkan Richie Portre di peringkat ketiga dengan terpaut 3 menit 30 detik.

"Ini merupakan perasaan yang luar biasa, berdiri di sini, di Paris, di puncak podium. Ini merupakan tiga pekan yang luar biasa, perjalanan yang luar biasa," kata Pogacar.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua yang telah mewujudkannya. Ini merupakan tiga pekan yang tidak dapat dilupakan di jalan-jalan Prancis, dengan penonton yang luar biasa. Saya tidak dapat menemukan kata-kata untuk mengekspresikan pengalaman saya," tambahnya.

Keberhasilan Pogacar dan Roglic untuk mengakhiri kompetisi dengan menduduki peringkat pertama dan kedua juga menjadi untuk pertama kalinya
dua pembalap dari satu negara finis di posisi tersebut pada Tour de France, setelah dua pebalap Britania Bradley Wiggins dan Chris Froome melakukan hal serupa pada 2012.

Pogacar juga memenangi tiga etape dalam salah satu penampilan paling brilian sepanjang sejarah Tour de France, untuk membuat tim Jumbo-Visma
yang diperkuat Roglic harus menelan pil pahit.

"Kami tidak menyadarinya," kata rekan setim Roglic, Tom Dumoulin. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT