21 September 2020, 05:40 WIB

KPK Pastikan akan Tetap Independen


(Cah/P-5) | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kehadiran sembilan perwira tinggi (pati) Polri tidak akan menggerus independensi. Pasalnya Korps Bhayangkara tidak menjadi satu-satunya institusi yang mengisi jabatan lembaga yang didirikan sejak 2002 itu.“

Tidak mengganggu independensilah,” tegas Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat diskusi virtual, kemarin.

Menurut dia, terdapat sejumlah lembaga lain selain kepolisian yang berkontribusi dalam pengisian jabatan di KPK. Pengisian jabatan juga mengi-kuti ketentuan yang di gariskan regulasi yang berlaku.

“KPK tetap mengerjakan tugas penindakan. Buktinya berjalan. Itu seperti penanganan kasus PT Waskita Karya berjalan, PT Dirgantara Indonesia juga begitu. Jika dilihat, ini juga kasus serius, tapi KPK kerjakan,” ungkapnya.

Kendati demikian, Lili mengapresiasi kekhawatiran dan kritik yang datang dari masyarakat mengenai pengisian jabatan di KPK. “Kekhawatiran itu karena cinta KPK, tapi insan KPK dan pimpinan KPK tetap bekerja pada koridor yang ada,” pungkasnya.

Secara terpisah, peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Agil Oktaryal melihat KPK semakin kental nuansa Polri. “Era Firli Bahuri memimpin KPK, rasa kepolisian itu memang semakin kuat dan kental, apalagi pati kepolisian menempati jabatan struktural di KPK,” terang Agil kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut dia, kehadiran ba-yak pati di KPK itu akan memunculkan dugaan konflik kepentingan, terutama dalam penindakan terhadap korupsi yang mungkin terjadi di kepolisian.

Pasalnya, pati Korps Bhayangkara menempati ja-batan strategis. “Apalagi yang dijabat adalah jabatan strategis, bisa dibilang jantungnya KPK seperti Ketua KPK, deputi penindakan, direktur penyelidikan, dan direktur penyidikan,” ungkapnya.Tidak semata konflik kepentingan, Agil melihat akan muncul loyalitas ganda.

Anggota Polri yang aktif di KPK mempunyai dua pemimpin sekaligus, yakni Ketua KPK dan Kapolri. (Cah/P-5)

BERITA TERKAIT