21 September 2020, 05:31 WIB

Tolak Tunduk Pada AS, Iran Apresiasi Komunitas Internasional


Faustinus Nua | Internasional

AMERIKA Serikat (AS) telah memutuskan hubungan dengan semua anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB lainnya dan secara sepihak menyatakan pemberlakuan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran. Klaim tersebut ditolak Iran dan komunitas internasional karena dinilai tidak memiliki dasar hukum.

Presiden Iran Hassan Rouhani menolak pemberlakuan kembali sanksi PBB oleh AS. Dia mengapresiasi komunitas internasional karena tidak menyerah pada tekanan AS.

"Hari ini, akan menjadi hari yang tidak terlupakan dalam sejarah diplomasi negara kita," kata Rouhani.

Baca juga: Trump Janji Tunjuk Hakim Perempuan sebagai Pengganti Ginsburg

Menurutnya, AS mencoba menggertak negara lain agar mematuhi deklarasinya untuk mengembalikan sanksi PBB. Namun, hal itu itu tidak tepat dan justru membuat Washington kini terisolasi.

"Tekanan maksimum AS terhadap bangsa Iran, secara politik dan hukum, telah berubah menjadi isolasi maksimum bagi AS," tambahnya.

Dia pun menegaskan kembali janji bahwa jika anggota DK PBB lainnya mematuhi komitmen mereka yang telah disepakati, Iran juga akan sepenuhnya melaksanakan komitmennya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan AS sedang mengalami beberapa masa paling pahit. Washington, lanjutnya, telah memilih untuk berdiri di sisi sejarah yang salah.

"Pesan Teheran untuk Washington jelas, kembali ke komunitas internasional. Kembali ke komitmen Anda. Hentikan perilaku nakal ini. Komunitas internasional akan menerima Anda," kata Khatibzadeh.

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, Minggu (20/9), Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengancam adanya konsekuensi bagi setiap negara anggota PBB yang tidak mematuhi langkah-langkah pemberlakuan sanksi. Pompeo menegaskan negara-negara anggota PBB harus mematuhi pembatasan aktivitasnya dengan Iran terkait nuklir.

"Jika Negara Anggota PBB gagal memenuhi kewajiban mereka untuk menerapkan sanksi ini, AS siap menggunakan otoritas domestik kami untuk memberlakukan konsekuensi atas kegagalan tersebut dan memastikan bahwa Iran tidak menuai manfaat dari aktivitas yang dilarang oleh PBB," kata Pompeo.

Pernyataannya datang sebulan setelah AS secara resmi memicu proses yang bertujuan memulihkan semua sanksi PBB terhadap Iran. Washington mengklaim pelanggaran Iran yang signifikan atas Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), nama resmi untuk kesepakatan 2015 yang didukung oleh Dewan Keamanan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada dewan bahwa dia tidak akan mengambil tindakan apapun atas deklarasi AS. Begitu pula dengan empat anggota DK lainnya bersikeras bahwa sanksi AS tidak memiliki kekutan hukum. (AlJazeera/OL-1)

BERITA TERKAIT