21 September 2020, 05:10 WIB

Fasilitasi UMKM selama Pandemi


BN/S1-25 | Ekonomi

SEBANYAK 250 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut terlibat dalam pameran inovasi di Gedung Kartini, Kota Malang, Sabtu (12/9) lalu. Mereka berjualan selama 24 jam melayani pelanggan secara daring.

Di pusat pameran yang dihelat Dekranasda Kota Malang, konsumen membeli berbagai produk melalui malanggleerr.com. Marketplace tersebut sedang melakukan ‘pesta belanja’ mengusung tema ‘Ngrewangi Umak Dodolan’ (membantu kamu jualan) yang dihelat memper-
ingati Hari Pelanggan Nasional 2020.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pameran tersebut membuktikan bahwa daya tahan UMKM cukup stabil. Semua itu berkat upaya Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Dekranasda, Bank Indonesia, OJK, perbankan dan pelaku usaha.

Sejumlah instansi itu getol memberikan pembinaan, pelatihan dan fasilitasi kepada para pelaku UMKM, termasuk rajin mengedukasi soal pembayaran nontunai. Hasilnya, semakin banyak pelaku UMKM melek teknologi.

“Dampak positifnya mereka tetap produktif selama masa pandemi. Rumah Solusi di kompleks kantor Tim Penggerak PKK Kota Malang pun sangat membantu sebagai pusat promosi dan penjualan produk,” jelas dia.

Hal itu menjadi salah satu upaya Pemkot Malang menggerakkan UMKM yang menjadi bagian dari program pemulihan ekonomi.

Program tersebut juga menyentuh pasar tradisional. Para pedagang di pasar rakyat didorong naik kelas. Dalam hal ini, Pemkot Malang menggandeng BRI.

Melalui website Pasar BRI, konsumen bisa belanja secara online. Transaksi jual-beli daring sudah merambah 10 pasar dari 26 pasar rakyat. Aplikasinya bisa diunduh di Google Playstore.

“Program ini sudah digerakkan sejak sebelum pandemi. Program semakin masif selama masa adaptif. Meskipun transaksi sudah daring dan nontunai, pedagang tetap harus memperhatikan kebersihan pasar agar pembeli merasa nyaman,” tuturnya.

Festival kreatif

Agar UMKM semakin produktif, mereka tetap dibantu pemasaran dan produknya dibeli. Salah satu dukungan adalah Pemkot Malang menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) untuk memanfaatkan produk-produk lokal.

Menurut Kepala Diskoperindag Kota Malang Wahyu Setianto, proses pembayaran berbasis daring setelah barang diterima konsumen atau pay on delivery. Karang taruna dan PKK juga difasilitasi oleh BRI untuk memasarkan produk mereka melalui daring.

Ketua Dekranasda Kota Malang Widayati mengakui penjualan melalui online terbukti mendongkrak omzet ketimbang menjual produk secara konvensional.

Selain malanggleerr, Festival Malang Mbois 2020 mengusung tema ‘Kolaborasi Raya Indonesia’ pun dihelat dalam masa covid-19, dengan cara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kendati demikian, festival kreatif yang memasuki tahun kelima ini tetap semarak. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Penyelenggaranya Malang Creative Fusion (MCF) berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Kota Malang atas dukungan penuh Bank Indonesia wilayah Malang.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 27 Agustus 2020 menghadirkan beragam kreativitas dan inovasi. Ada pameran produk di rumah virtual. Ada pula Mbois Artweek, Mbois Talk, Mbois Tour, Mbois Hack Jam, Mbois Store, Mboise Artis Malang.

Puncak festival ditutup dengan Mbois Grandshow pada 16 September 2020 melibatkan sejumlah artis ibu kota.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Malang Azka Subhan menyatakan, pemulihan ekonomi dalam masa adaptasi kebiasaan baru bisa melalui beragam karya, kreativitas dan inovasi. Dalam hal ini Bank Indonesia Malang berkomitmen membantu pemulihan ekonomi daerah. “Kita bisa pameran secara daring, virtual, menyaksikan dan mengembangkan karya-karya kreatif UMKM,” katanya.

Bank Indonesia Malang berusaha memacu pertumbuhan ekonomi melalui industri kreatif. Produk-produk batik dihadirkan dalam pameran
virtual itu. Produk makanan olahan tak ketinggalan.

Dalam rumah virtual, menjadi tempat berkumpul para kreator dan pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya. Ada produksi mebel buatan UMKM, bahkan perabot rumah tangga dipasarkan secara daring.

Melalui rumah Bank Indonesia dan Malang Koperasi Kreatif Mbois (MKKM) semua menjadi mudah. Konsumen bisa belanja di ruang pameran yang menggabungkan ekosistem mitra binaan BI berkolaborasi dengan MCF dan MKKM.

Ketua MCF Vicky Arief menyatakan yang terdampak covid-19 di antaranya pelaku event dan pelaku kreatif termasuk pelaku seni. Untuk itu, semua yang terdampak pandemi dipertemukan di festival Malang Mbois kelima dengan cara yang lebih power full. “Optimistis harus dimunculkan tanpa menunggu kapan pandemi akan berakhir,” tegas Vicky. (BN/S1-25)

BERITA TERKAIT