21 September 2020, 05:20 WIB

Terus Mengawal Protokol Kesehatan


Heri Susetyo | Nusantara

SUMARDJI mulai bisa sedikit melonggarkan napas. Kerja keras Kapolresta Sidoarjo dan anak buahnya itu mulai membuahkan hasil.

“Setiap hari kami menggelar operasi yustisi di sejumlah lokasi keramaian. Hasilnya sudah terlihat pada akhir pekan ini,” ujar perwira polisi berpangkat komisaris besar itu, kemarin.

Pada pekan-pekan sebelumnya, operasi yustisi yang digelar Polresta Sidoarjo selalu mendapati puluhan, bahkan pernah mencapai 102 warga yang melanggar protokol kesehatan. Mereka tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

Hukuman sudah disiapkan. Mulai memanjatkan doa di tengah permakaman khusus korban covid-19, denda, dan hukuman sosial lainnya. Namun, Sabtu (19/9) malam, ada perubahan besar. Operasi di Taman Pinang Indah dan Alun-Alun Sidoarjo hanya memergoki 20 warga pelanggar.

“Kami bersyukur jumlah pelanggar cenderung turun. Penindakan dan sanksi denda terbukti manjur untuk membuat warga patuh,” tambah Sumardji.

Penerapan protokol kesehatan juga jadi perhatian Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran. Sabtu malam, ia mengawal operasi yustisi di  Jalan Tambak Sari dan kawasan Jembatan Suramadu. Dua wilayah ini dikenal sebagai kawasan padat dan rawan penularan covid-19.

“Banyak warga masih tidak menggunakan masker dan bergerombol,” keluh Fadil.

Rekrut mahasiswa

Jawa Tengah juga masih harus bekerja keras menekan angka pen­­jangkitan. Berbagai upaya terus di­lakukan, salah satunya dengan merekrut mahasiswa sebagai relawan.

Akhir pekan lalu, di depan sekitar 3.000 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Banyumas, Gubernur Ganjar Pranowo meminta mahasiswa baru mengampanyekan protokol kesehatan. “Kalian dapat memberikan contoh dan mengingatkan kepada warga untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.”

Sebatas imbauan saja, protokol kesehatan belum dilaksanakan sejumlah warga. Di Kabupaten Bangli, Bali, arena sabung ayam di Su­­bak Uma Aya, tetap menggelar adu ayam itu di masa pandemi.

Kemarin, petugas gabungan bergerak dan menutup lokasi itu. “Warga sering melanggar protokol kesehatan, dan arena ini berpoten­si menjadi klaster penularan baru,” kata Babinsa Kelurahan Bebalang Sertu Amir Yusuf.

Masih di Bali, razia terus digelar pemerintah provinsi bersama sejumlah instansi. Kemarin, tiga lokasi di Denpasar disatroni.

“Kami menerapkan denda. Tapi bukan itu tujuan utama razia. Ka­mi ingin ada efek jera bagi masyarakat sehingga tidak melanggar lagi,” kata Kepala Satpol PP Dewa Nyoman Rai Dharmadi.

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan juga mendorong operasi yustisi digelar di tempat keramaian, pasar dan terminal. “Masyarakat memang harus didisiplinkan. Saat ini sanksi sosial masih efektif diberlakukan untuk masyarakat Bangka Belitung,” ujarnya.

Kegigihan aparat mendisiplinkan warga juga terjadi di Tuban, Ja­­wa Timur, Sorong, Papua Barat, serta Manggarai Barat dan Sikka, Nusa Tenggara Timur. (LD/OL/RS/RF/YK/MS/JL/GL/N-2)

BERITA TERKAIT