21 September 2020, 05:10 WIB

Lebih Ketat setelah 3 Calon Terpapar


FL/CS/FR/N-3 | Nusantara

TIGA bakal calon kepala daerah di Jawa Timur terjangkit covid-19. Mereka ialah Machfud Arifin di Surabaya, Dwi Astutik di Sidoarjo, dan seorang bakal calon di Trenggalek.

Gogot Cahyo Baskoro menyebut fenomena itu ialah bukti bahwa banyak peserta pilkada yang mengabaikan protokol kesehatan. “Akibatnya ada sejumlah calon yang dinyatakan positif terjangkit.”

Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Timur itu mengaku pi­haknya menemukan banyak kasus pengabaian terhadap protokol ke­sehatan. KPUD mencatat hal itu terjadi mulai pendaftaran sampai penetapan.

Saat pendaftaran, lanjutnya, banyak kerumunan massa pendukung. Banyak juga di antara mereka yang tidak menggunakan masker. “Banyak kontak fisik sehingga berpotensi menularkan covid-19. Ini jelas pengabaian terhadap protokol kesehatan yang kami minta ditaati,” tegasnya.

Gogot juga khawatir karena tahapan yang berpotensi menimbulkan kerumunan masih banyak. Di antaranya pengundian nomor urut pasangan calon pada 24 September, masa kampanye pada 26 September-5 Desember, pemungutan dan penghitungan suara pada 9 Desember serta penetapan calon terpilih.

Pandemi membuat Dian Fahrud Ja­man mengevaluasi kembali renca­na bentuk kampanye. Ketua Partai Nas­Dem Karawang, Jawa Barat, itu mengubah kampanye dari yang bersifat pengumpulan massa menjadi kampanye dari pintu ke pintu.

Partai ini mendukung pasangan Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh. “Tidak akan ada konser musik. Kami tidak mau khawatir kegiatan itu menjadi klaster penularan,” tambahnya.

Kader partai di tingkat kabupaten hingga desa, lanjut Dian, akan berge­rak melakukan strategi gerilya atau kampanye simpatik.

Sejauh tidak melanggar aturan pil­kada, pihaknya akan berusaha membantu warga menghadapi masa sulit ka­rena pandemi ini.

Tahun ini Rio Febri Fahlevi juga akan bermain tegas-tegasan saja. Ke­tua Bawaslu Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, itu akan langsung menghentikan kampanye pasangan ca­lon kepala daerah yang tidak menerapkan protokol kesehatan. “Kami juga mengimbau pasangan calon tidak menggelar konser musik saat kampanye.” (FL/CS/FR/N-3)

BERITA TERKAIT