21 September 2020, 04:11 WIB

Pembangunan Infrastruktur Tetap Jalan


Despian Nurhidayat | Politik dan Hukum

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono menegaskan akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi covid-19. Pembangunan infrastruktur diharapkan menjadi salah satu pengungkit pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Basuki, infrastruktur yang berperan penting untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional ialah jalan dan jembatan untuk membantu kelancaran distribusi logistik.

“Khusus untuk pembangunan jembatan, saya sampaikan ke depannya agar terus diberikan sentuhan arsitektural (art). Seperti pada Jembatan Youtefa yang ada ornamen ciri khas daerah Papua. Juga untuk Jembatan Batam Bintan yang akan dibangun dengan KPBU, agar ada sentuhan seninya,” kata Basuki dalam keterangan persnya, kemarin.

Basuki menuturkan dalam setiap pembangunan infrastruktur mulai tahap survei, investigasi, desain, pembebasan tanah, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan harus senantiasa memperhatikan dan memenuhi aspek-aspek secara sosial. Jadi, itu diterima masyarakat (socially acceptable), secara ekonomi menguntungkan (economically viable), dan ramah lingkungan (environmentally sound). Hal tersebut merupakan dukungan pengelolaan sumber daya alam yang baik.

“Sebagai contoh ke depannya pembangunan tol diupayakan tidak lagi akan ada yang membelah bukit, tetapi dengan membuat terowongan (tunnel) seperti rencana Tol Pekanbaru-Padang untuk menembus Bukit Barisan. Kita akan perhatikan betul aspek ramah lingkungan,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan inovasi dan teknologi, Basuki menekankan pentingnya penggunaan hasil inovasi produk dalam negeri. “Contohnya saya paksa pembelian ekskavator dari Pindad, setiap tahun Kementerian PU-Pera beli. Sekarang produknya mulai berinovasi, sudah ada ekskavator kecil dan ekskavator amfibi,” tutur Basuki.

Industri tetap tumbuh

Kementerian Perindustrian terus memantau dan menjaga aktivitas sejumlah sektor manufaktur strategis di tengah masa pandemi covid-19, seperti industri makanan dan minuman yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik. Namun, operasional pabrik tersebut harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang sangat potensial untuk terus dipacu karena juga memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan pers, kemarin.

Agus mengemukakan, umumnya karyawan pabrik yang positif covid-19 terpapar di luar lingkungan kerjanya. Menurut Agus, dari jumlah kasus positif virus korona di Indonesia saat ini, yang merupakan karyawan pabrik, sekitar 2%.

Oleh karena itu, Kemenperin bersama pemang ku kepentingan terkait aktif berkoordinasi untuk dapat mengawasi penerapan protokol kesehatan di sektor industri.

Dia juga menyampaikan perusahaan yang sudah memegang izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) dinilai mampu meningkatkan produktivitas mereka di tengah tekanan dampak pandemi covid-19.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan pihaknya telah bertemu dengan pelaku usaha dan asosiasi yang menunjukkan peningkatan kinerja industri makanan dan minuman pada Juli. Pertumbuhan industri makanan dan minuman sepanjang tahun ini diproyeksi mencapai 3%-4%. (Try/X-10)

BERITA TERKAIT