20 September 2020, 15:15 WIB

KKP Sebut Suspend Ekspor ke Tiongkok hanya Perusahaan Terkait


Fetry Wuryasti | Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku telah mendapatkan notifikasi dari General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) pada 18 September lalu, perihal pemerintah Tiongkok menemukan jejak patogen virus korona pada produk seafood salah satu perusahaan Indonesia.

Atas notifikasi tersebut, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Produk Perikanan (BKIPM) telah melakukan sejumlah langkah komunikasi dengan Atase Perdagangan RI di Beijing.

Baca juga: KKP Gandeng TNI dan Bakamla Perketat Keamanan ZEEI di Natuna

"Berdasarkan surat GACC maka ekspor PT PI dihentikan sementara ke Tiongkok selama 7 hari terhitung sejak 18 September," demikian disampaikan Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Minggu (20/9).

Atas kasus tersebut, maka KKP melakukan penghentian sementara pelayanan Health Certificate (HC) dengan menerbitkan Internal Suspend terhadap PT PI dan saat ini sedang dalam proses investigasi.

Sejak 2020 pihak GACC telah melakukan pengawasan dengan mengambil 500 ribu sampel produk makanan termasuk produk perikanan yang masuk ke Tiongkok. Hasilnya, telah ditemukan enam sampel yang terkontaminasi covid-19, yang salah satunya adalah ikan beku layur dari Indonesia.

"Perlu ditekankan bahwa temuan tersebut terdapat pada kemasan terluar, bukan di dalam ikan. Otoritas Tiongkok hanya akan menangguhkan impor produk perikanan dari PT PI selama sepekan mulai 18 September," demikian pernyataan di laman situ Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kemudian kegiatan ekspor perikanan, termasuk ke Tiongkok tetap berjalan seperti biasa. "Bahwa keamanan dan mutu produk perikanan, baik yang diekspor maupun di pasar domestik merupakan prioritas KKP."

Pada Juli 2020, GACC telah melakukan pertemuan virtual dengan BKIPM membahas covid-19 dengan kesepakatan pihak GACC dan BKIPM berkomitmen untuk menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan yang diekspor ke Tiongkok.

Jika ditemukan ketidaksesuaian mutu dan keamanan hasil perikanan, Unit Pengolahan Ikan (UPI) dikenakan internal suspend dan dilakukan investigasi. Hal ini mengacu pada SOP Penanganan Kasus yang telah dituangkan dalam Mutual Recognition Agreement (MRA) kedua belah pihak.

Pencabutan Internal Suspend apabila telah memenuhi persyaratan Sistem Jaminan Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan (SJMKHP). Pihak GACC dan BKIPM akan saling menginformasikan apabila terjadi paparan/suspect covid-19 di UPI.

"Kami tekankan bahwa yang dilarang ekspor hanyalah PT PI sedangkan yang lainnya tetap bisa melakukan kegiatan ekspor seperti biasa," tukas Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Try/A-1)

BERITA TERKAIT