20 September 2020, 16:35 WIB

Kurangi Limbah, BUMN Ekspor Sisa Material Bangunan


Bayu Anggoro | Ekonomi

PEMANFAATAN limbah agar memiliki nilai jual terus  dilakukan. Sebab selain mampu mengurangi sampah yang diproduksi, cara itu mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Seperti yang dilakukan PT Indah Karya, salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang akan mengekspor wood pellet ke Korea dan Kanada. Wood pellet merupakan energi baru terbarukan (EBT) yang dihasilkan dari limbah kayu olahan dari produksi material bangunan (plywood) dan dari kayu buangan atau sisa dari masyarakat yang diolah menjadi serbuk yang telah dipadatkan.

Baca juga: Pemerintah Pacu Ekspor Komoditas Pertanian asal Pontianak

"Sehingga menghasilkan kalori tertentu. Biasanya bahan wood pellet digunakan sebagai alternatif pengganti batubara," kata Direktur Utama PT Indah Karya Nel Adianto, dalam siaran pers yang diterima, Minggu (20/9).

Dia mengatakan, pihaknya akan mengekspor wood pellet ke negara tersebut pada Oktober mendatang. Nilai penjualannya mencapai Rp50 miliar per tahun.

Selain kedua negara tersebut, menurutnya negara lainpun akan dibidik untuk tujuan ekspor yakni Malaysia dan Singapura. "Pangsa pasar wood pellet ini cukup terbuka, sudah banyak peminat yang menyampaikannya pada kami. Kalau kita kaitkan dengan program pemerintah, kita lebih memilih ekspor," katanya.

Lebih lanjut dia katakan, ekspor wood pellet sangat perlu untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dalam negeri. Sebab, selama ini PT Indah Karya selaku produsen di bidang material bangunan (plywood) menghasilkan limbah yang terbuang begitu saja.

"Begitu juga limbah dari masyarakat, kan banyak yang terbuang begitu saja. Sehingga tidak ada nilai tambah," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya serius menggarap potensi itu dengan menyiapkan pabrik wood pellet di Bondowoso, Jawa Timur. Nantinya, di lokasi itu mampu memproduksi wood pellet hingga 2.500 metrik ton per bulan.  "Lokasinya di kawasan industri di Bondowoso. Sekarang sedang pembenahan dan peng-install-an mesin-mesin produksi, agar bulan depan diharapkan dapat dilakukan uji produksi (commissioning)," katanya.

Sementara itu, dalam upaya yang berkelanjutan, bulan depan PT Indah Karya akan kembali melanjutkan penyelesaian wind turbine yang juga berada dilokasi kawasan industri di Bondowoso Indah Plywood (BIP).

Pengoperasian wind turbine segera dilakukan agar semuanya mampu berintegrasi menjadi kawasan industri yang membentuk rantai pasok (supply chain) khususnya terkait pasokan energi bagi pabrik-pabrik yang dimiliki perusahaan.

"Sehingga ke depan kawasan industri BIP menjadi kawasan yang berwawasan lingkungan dan mengusung konsep green (ramah lingkungan dan energi). Kami mengharapkan doa dan dukungan serta kesabaran semua pihak agar kehadiran industri ini dapat menyelesaikan seluruh kewajiban dan tugas yang tertunda selama wabah covid-19," katanya. (BY/A-1)

 

BERITA TERKAIT