20 September 2020, 21:20 WIB

BNPB : 98.649 Jiwa Terdampak Banjir di Kalimantan Barat


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

BANJIR yang merendam 11 Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat telah berangsur surut dan kini tinggal tiga kecamatan yang masih terdampak. Hal itu sebagaimana yang dilaporkan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (20/9).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan adapun tiga kecamatan itu ialah Kecamatan Suhaid dengan Tinggi Muka Air (TMA) 10-40 sentimeter, Kecamatan Embaloh Hilir dengan TMA 40-100 sentimeter dan Kecamatan Bunud Hilir dengan TMA 60-100 sentimeter.

Adapun jumlah keseluruhan korban jiwa yang terdampak akibat bencana tersebut tercatat ada sebanyak 27.788 KK atau 98.649 jiwa. Sedangkan kerugian materiil ada 13.091 unit rumah yang terendam banjir dengan TMA 40-300 sentimeter.

"Hingga saat ini warga memilih menempati bagian atas rumah, karena rata-rata mereka tinggal di rumah panggung," kata Raditya dalam keterangan tertulis.

Guna membantu percepatan penanganan darurat banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, BNPB melalui Tim Pusdalops BNPB turun ke lapangan mendampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu.

Untuk mendapatkan data dan informasi, Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi, Pusdalops BNPB, Gatot Satria Wijaya bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan melakukan peninjauan lokasi banjir di Desa Nanga Embaloh, Kecamatan Embaloh Hilir..

Warga Desa Nanga Embaloh yang terdampak ada sebanyak 372 KK dan sedikitnya 300 unit rumah terendam banjir dengan TMA 100 sentimeter. Selain itu, sarana dan prasarana umum yang masih terdampak meliputi; 3 bangunan sekolah (SD, SMP, SMA), 1 Puskesmas, 1 Kantor Korem, 1 Masjid, 1 Gereja, 1 Posyandu, Kantor Desa Nanga Embaloh dan Kantor Camat Embaloh Hilir.

Selanjutnya, Tim Pusdalops BNPB akan terus mendampingi BPBD Kabupaten Kapuas Hulu dalam merancang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) dan membantu Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu termasuk penerbitan SK Tanggap Darurat Bencana, terhitung 14-27 September 2020.

Menurut prakiraan cuaca dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas lebat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Barat hingga esok hari (21/9).

Selain Kalimantan Barat, wilayah lain yang memiliki prakiraan cuaca yang sama juga berlaku pada Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BNPB meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. (H-2)

 

BERITA TERKAIT