20 September 2020, 21:10 WIB

50% Pengidap Kanker Limfoma Punya Harapan Sembuh


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

KANKER limfoma atau kelenjar getah bening menyerang limfosit, yakni sel darah putih pada sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi. Ini termasuk salah satu jenis kanker ganas yang tidak bisa diabaikan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hematologi Onkologi Medik RS Kanker Dharmais, Dr Ronald Alexander Hukom SpPD KHOM MHSC FINASIM, menegaskan, pengobatan kanker jenis ini tidak boleh sembarangan.

"Sebab memerlukan pemerksaan lanjutan untu menentukan stadium atau tingkat penyakit stadium, antara lain dengan pemeriksaan radiologi termasuk CT scan , PET dan CT," bebernya, Minggu (20/9), dalam seminar daring Hari Peduli Lymphoma Sedunia yang diperingati pada 15 September lalu.

Menurutnya, kanker ini bisa diobati. Data di Amerika, Kanada dan Inggris bahkan menunjukan bahwa 50%-60% dari seluruh penderita kanker masih hidup 5-10 tahun sejak diagnosis kanker ditegakkan. Sebagai pembanding, angka kesembuhan kanker prostat dan payudara 80%; kanker rahim (60%); serta kanker usus besar/kolorektal dan leukimia/kanker darah (50%).

Pada 15 September 2020, misalnya, mantan penyerang Tim Nasional (Timnas) sepak bola Denmark Brian Laudrup mengatakan, dia telah terbebas dari kanker limfoma setelah berjuang selama 10 tahun. Legenda sepak bola Denmark berusia 51 tahun itu didiagnosis menderita Limfoma Folikuler.

Selain limfoma, jenis kanker darah lainnya adalah leukimia yang menyerang sumsum tulang seperti yang dialami mendiang Ibu Negara Ani Yudhoyono. Jika dibandingkan dengan negara lain, limfoma di Indonesia menyerang sekitar 10-15% saja yang mana kasus limfoma hodgkin lebih banyak dibandingkan limfoma nonhodgkin. (H-2)

BERITA TERKAIT