20 September 2020, 18:28 WIB

Mendikbud Nadiem Tepis Isu Pelajaran Sejarah Dihapus


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MENDIKBUD Nadiem Anwar Makarim menepis kabar yang viral bahwa mata pelajaran (mapel) sejarah akan dihapus dari kurikulum nasional.

''Tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi, atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,'' tegas Nadiem melalui akun IG, Minggu (20/9)

Nadiem mengaku terkejut dengan informasi yang tengah tengah viral di media sosial.

''Saya ingin mengklarifikasi karena saya terkejut dengan betapa cepat informasi tidak benar menyebar mengenai isu mapel Sejarah, " tegasnya.

Isu ini keluar karena ada presentasi internal yang keluar ke masyarakat terkait dengan penyederhanaan kurikulum. Ini masih dalam bentuk kajian secara mendalam.

"Penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan sampai tahun 2022. Di tahun 2021 kami akan melakukan berbagai macam prototyping di Sekolah Penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional," ujarnya.

Jadi, ia menandaskan tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar di 2021 dalam skala kurikulum nasional. Apalagi penghapusan mata pelajaran sejarah.

"Yang mengejutkan adalah komitmen saya terhadap sejarah kebangsaan kita dipertanyakan padahal misi saya adalah untuk memajukan pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak-anak kita,'' katanya.

Nadiem menegaskan kakeknya merupakan salah satu tokoh perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Selain itu, kedua orangtuanya merupakan aktivis nasional untuk membela hak asasi rakyat Indonesia dan  berjuang melawan korupsi.

''Anak-anak saya tidak mengetahui bagaimana melangkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang, " tukasnya.

Misi saya, lanjutnya, sebagai Menteri malah kebalikan dari isu yang timbul. Nadiem ingin menjadikan sejarah menjadi suatu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita agar bisa menginspirasi mereka.

"Identitas generasi baru yang nasionalis hanya bisa terbentuk dari suatu collective memory yang membanggakan dan menginspirasi. Sekali lagi saya imbau masyarakat, jangan biarkan Informasi yang tidak benar menjadi liar," pungkas Nadiem.(X-10)

BERITA TERKAIT