20 September 2020, 16:30 WIB

Periode Januari-Agustus, Total 864 Kasus DBD di Babel


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

JUMLAH kasus Demam berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga Agustus 2020 sebanyak 864 kasus, dari ratusan kasus tersebut 2 diantaranya meninggal dunia.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Provinsi Babel, Eva Lusi, mengatakan dari Januari-Agustus ada 864 kasus DBD, 2 kasus diantaranya berasal dari kabupaten bangka tengah meninggal.

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 di Babel yang Sembuh 262 Orang

Ia menyebutkan, untuk bulan Agustus saja sudah ad r0 kasus DBD tersebar di kabupaten/kota di Babel.

"Paling banyak ada di Bangka Tengah, jadi secara total di bulan Agustus ada 30 kasus. Jauh menurun dibandingkan Januari yang 200 lebih," kata Eva. Minggu (20/9).

Ia merincikan, 864 kasus dalam rentang Januari hingga Agustus 2020 tersebar di Kabupaten Belitung yakni 337 kasus. Selanjutnya Bangka Tengah 178 kasus, Bangka Barat 98 kasus, Pengkalpinang 91 kasus, Bangka 71 kasus, Bangka Selatan 61 kasus, dan Belitung Timur 28 kasus.

Tingginya kasus DBD tahun ini, diharapkannya masyarakat harus waspada. Dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kemudian menguras tempat-tempat genangan air yang menjadi sarang nyamuk tersebut.

"masyarakat harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, bagaimana tidak ada lagi perindukan-perindukan nyamuk. kalau di DBD itu ada dua yakni pengendalian vektor nya seperti apa dan penanganan pada pasien seperti apa," kata Eva. Ujarnya.

Pengendalian vektor dijelaskanya, bagaimana cara melakukan pembrantasan sarang nyamuk (PSN). Jenis nyamuk DBD sering berada ditempat-tempat bersih, sangat berbeda dengan jenis nyamuk lainnya.

Baca juga: Naikkan Harga, Dua Pedagang LPG di Kalsel Ditangkap Polisi

"Misalnya ditampungan dispenser, di kamar mandi jadi harus dibersihkan, kolam-kolam yang tidak tertutup juga harus dibersihkan. DBD itu kan penyebabnya vektornya melalui gigitan nyamuk aedes aegypti," ujarnya

Pihaknya mengimbau, masyarakat agar dapat memperhatikan dan membersihkan setiap genangan air di sekitar rumah, sehingga tidak muncul jentik-jentik nyamuk. Terlebih jika pada musim penghujan, karena 
kecenderungan peningkatan kasus DBD tertinggi ketika curah hujan tinggi.(OL-6)

BERITA TERKAIT