20 September 2020, 06:00 WIB

Jangan Remehkan Penggunaan Masker


Sumber: CDC/Guardia Medical/Kemenkominfo/Sfcdcp.org/The Unwinder/WHO/Tim Riset MI-NRC | Weekend

PENGGUNAAN masker merupakan bagian dari pencegahan dan pengendalian transmisi covid-19.

Di Indonesia, penggunaan masker termasuk gerakan 3M yang dikampanyekan Satgas Pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis masker memiliki efektivitas yang cukup untuk menyaring partikel-partikel kecil, termasuk virus, bakteri, debu, dan serbuk sari.

Masker scuba dan buff, misalnya. Keduanya baru-baru ini ramai diperbincangkan karena tak efektif menyaring partikel kecil. Efektivitasnya hanya 0%-5%.

Bahkan, penggunaan masker buff justru lebih berbahaya karena dapat memecah droplet menjadi lebih kecil.

Lalu, masker jenis apa yang memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah penyebaran covid-19? Ada beberapa jenis masker yang memenuhi kriteria tersebut.

Jenis masker yang pertama ialah KN95 atau N95. Kedua masker ini memiliki proteksi terkuat daripada jenis masker lain karena didesain untuk dapat memblokir 95%-100% partikel-partikel kecil.

Masker KN95/N95 biasanya disediakan untuk tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19. Meskipun memiliki proteksi tinggi, masker ini tidak cocok digunakan untuk anak-anak.

Harga masker ini pun cenderung lebih mahal. Jenis masker selanjutnya ialah masker bedah dan masker FFP1. Kedua masker ini memiliki tingkat efektivitas di bawah masker N95, yaitu 80%-95%. Meskipun begitu, masker ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat karena relatif lebih murah.

Akan tetapi, jika masker KN95/N95 dan masker bedah tidak ditemukan, masyarakat dapat menggunakan masker kain sebagai alternatif terakhir dengan beberapa syarat, yaitu menutup bagian tepi wajah, memiliki tali pengikat atau karet telinga, terdiri atas beberapa lapis kain, tidak menghalangi jalan napas, dan jika dicuci tidak berubah bentuk.

BERITA TERKAIT