20 September 2020, 06:08 WIB

Independensi KPK Diuji saat Dipenuhi Pati Polri


Cah/P-1 | Politik dan Hukum

INDONESIA Corruption Watch (ICW) menyoroti sejumlah perwira tinggi Polri yang menempati posisi jabatan teras di KPK. Independensi KPK dapat tergerus selain dapat menimbulkan banyak konflik kepentingan.

“ICW ingin mengingatkan kepada (Ketua KPK) Firli Bahuri bahwa tempat ia bekerja ialah KPK, bukan kantor Kepolisian Republik Indonesia,” ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana.

Kurnia menjelaskan, terdapat empat orang pati Polri di KPK, yakni Komjen Firli Bahuri selaku ketua, Irjen Karyoto selaku deputi penindakan, Brigjen Setyo Budiyanto selaku direktur penyidikan, dan Brigjen Endar Priartono selaku direktur penyelidikan.

Bahkan 5 dari 9 koordinator wilayah juga ditempati anggota Polri, yakni Kombes Didik Agung Widjanarko, Kombes Agung Yudha Wibowo, Kombes Bahtiar Ujang Purnama, Kom bes Kumbul Kusdwijanto Sudjadi, dan Kombes Yudhiawan. Seluruhnya terbuka kemungkinan mendapatkan kenaikan pangkat.

“Jadi, total perwira tinggi Polri yang menduduki jabatan strategis di KPK ada sembilan orang,” terangnya.

Kurnia menilai kehadiran sembilan pati di KPK berpotensi menimbulkan persepsi publik penanganan korupsi ke depan bisa terjadi konflik kepentingan. Kinerja penindakan juga dapat ber- jalan lambat ketika KPK mengusut perkara yang melibatkan oknum kepolisian.

Belum lagi, kata dia, potensi negatif lain yang dapat muncul berupa loyalitas ganda. “Pasalnya, pada waktu mendatang, perwira tinggi Polri ini akan kembali ke institusi asalnya sehingga di waktu yang sama, para perwira tinggi ini memiliki dua atasan sekaligus, yakni Ketua KPK dan Kapolri,” paparnya.

Kritik tersebut, menurut Kurnia bukan berarti ICW anti terhadap insitusi tertentu yang mengisi jabatan di KPK. Namun, jabatan KPK mestinya ditempati pejabat yang berasal dari institusi yang sudah selesai menata organisasi.

Pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan saat ini KPK sudah memiliki direktur penyidikan definitif baru, yakni Brigjen Setyo Budiyanto yang selama ini menjabat sebagai pelaksana jabatan tersebut. Itu setelah proses seleksi Setyo Budiyanto mengungguli dua pesaingnya yang sama-sama anggota Polri, yakni Widyaiswara Muda Sespimti Polri Kombes Nazirwan Adji Wibowo, dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan Kombes Didik Agung Widjanarko.

“Setelah selesai seluruh proses tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi dan uji kompetensi oleh pihak ketiga yang independen, profesional dan terpercaya, pengecekan rekam jejak ataupun kepatuhan LHKPN, tes kesehatan dan terakhir dilakukan presentasi dan wawancara dengan pimpinan KPK terkait visi misi pencegahan dan pemberantasan korupsi maka saat ini telah terpilih pejabat struktural, salah satunya, Direktur Penyidikan Setyo Budiyanto,” kata Ali. (Cah/P-1)

BERITA TERKAIT