20 September 2020, 06:00 WIB

Bareskrim Bakal Periksa 12 Saksi Terkait Kebakaran Kejagung


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

KASUS kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) naik ke tahap penyidikan usai ditemukannya dugaan tindak pidana.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan tim gabungan telah menggelar gelar perkara yang dipimpin Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Ferdy Sambo.

Argo menyebut, Anjak (analis kebijakan), penyidik madya, serta wakil direktur, dan seluruh Kasubdit turut hadir dalam gelar perkara.

"Seluruh peserta gelar perkara sepakat menaikan status dari tahap penyelidikan ke penyidikan untuk mencari serta mengumpulkan bukti dan menemukan tersangka," papar Argo.

Baca juga: Disnaker Tutup Sementara 37 Perusahaan

Rencananya, terang Argo, pemeriksaan akan dimulai Senin (21/9) secara maraton dengan memanggil 12 saksi.

Jenderal bintang dua ini menegaskan 12 saksi tersebut merupakan bagian dari 131 saksi yang telah diperiksa sebelumnya.

“Ke-12 saksi yang mau dipanggil adalah mereka yang mengetahui pasti peristiwa kebakaran. Karena sudah naik penyidikan, saksi yang kemarin diperiksa lagi dengan panggilan resmi,” tandas Argo.

Namun, Argo enggan membeberkan latar belakang ke-12 saksi yang bakal diperiksa itu.

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame (nyala api terbuka).

Sebelumnya, Bareskrim mengungkap api berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Kemudian api dengan cepat menjalar ke ruang lain, karena diduga terdapat cairan yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat bahan yang mudah terbakar seperti gypsum, lantai parkit, panel HPL, dan bahan mudah terbakar lainnya.

Nantinya, pelaku pidana penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8) malam bakal dijerat dengan pasal 187 atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun. (OL-1)

BERITA TERKAIT