20 September 2020, 04:13 WIB

Djokovic: Mungkin Saja Saya akan Kembali Patahkan Raket


Widhoroso | Olahraga

PETENIS putra nomor satu dunia, Novak Djokovic lolos dari hadangan petenis babak kualifikasi, Dominik Koepfer di perempat final Italia Terbuka 2020, Sabtu (19/9). Djokovic yang kini menempati peringkat satu dunia butuh waktu lebih dari dua jam sebelum memastikan kemenangan 6-3, 4-6, 6-3 atas petenis peringkat 97 dunia tersebut.

Menghadapi Koepfer, Djokovic kembali menunjukkan gagal mengontrol emosi. Di laga tersebut, petenis Serbia itu terlihat kesal akibat kehilangan service dan membanting raket hingga patah.

"Ini bukan kali pertama sama membanting dan mematahkan raket. Sebelumnya saya pernah melakukan hal itu," jelas Djokovic.

"Mungkin saja saya akan kembali melakukan hal yang sama. Saya sebenarnya tidak mau melakukan itu, namun jika itu datang, maka terjadilah. Ini salah satu cara saya melampiaskan kemarahan," imbuhnya.

Turnamen Italia Terbuka yang merupakan ajang pemanasan para petenis sebelum tampil di grand slam Prancis Terbuka 2020, merupakan turnamen pertama yang diikuti Djokovic setelah didiskualifikasi dari US Terbuka 2020 dua pekan silam. Djokovic didiskualifikasi setelah secara tidak sengaja bola yang dipukulnya menghantam hakim garis.

Djokovic mengakui apa yang telah dilakukan dirinya bukan contoh baik bagi petenis muda. Namun, ia mengatakan dirinya hanya manusia biasa.

"Kita semua ingi8n melakukan yang terbaik. Ada saat-saat dan masa-masa ketika saya tidak melakukan itu dan terkadang ada saat-saat ketika saya melakukannya," jelasnya.

"Saya adalah saya dan tentu saja saya tidak sempurna, Saya hanya melakukan yang terbaik," imbuhnya.

Di semifinal, Djokovic yang merupakan unggulan utama akan ditantang petenis Norwegia Casper Ruud, Ini merupakan kali pertama Djokovic  
menghadapi petenis berusia 33 tahun itu.

"Lapangan tanah liat merupakan kesukaan Casper. Lapangan tanah liat membuatnya lebih nyaman. Ini semifinal. Saya akan melakukan beberapa perbaikan dan siap menghadapi pertandingan ini," tegasnya. (AFP/R-1)

 

BERITA TERKAIT