20 September 2020, 04:03 WIB

Kemenhub Gandeng UI Kaji Standar Kesehatan di Pesawat


Ins/J-1 | Humaniora

BADAN Litbang Perhubungan menggandeng Universitas Indonesia melakukan kajian standar kesehatan di pesawat udara dan prasarana transportasi udara di masa pandemi covid-19.

“Kajian standar kesehatan yang dirancang menyesuaikan dengan protokol kesehatan sesuai aturan yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan, yang merujuk pada ketetapan internasional,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti dalam keterangan resminya, kemarin.

Menurut Hayati, rekomendasi awal terhadap standar kesehatan penumpang di bandar udara dan di pesawat, yaitu adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi petugas yang berwenang.

Lalu, ada rekayasa pengaturan kursi untuk jaga jarak atau physical distancing, pembatasan kapasitas penumpang dan bagasi kabin, pengaturan pembagian makanan, serta pengaturan proses naik dan turun pesawat.

“Kerja sama pemerintah dan akademisi untuk melakukan kajian dan rekomendasi kebijakan. Kemudian kerja sama antara pemerintah, pihak swasta, maskapai, bandara, dan penumpang yang secara kompak berfokus pada perbaikan dan keamanan bersama,” tutur Hayati.

Hayati menekankan, selain dari pihak penyedia transportasi udara, dibutuhkan juga kerja sama masyarakat dan penumpang untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan.

“Kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan pada sektor transportasi udara telah berdasarkan kajian penelitian mendalam. Namun, dibutuhkan kerja sama antarlembaga dan masyarakat untuk disiplin mematuhi aturan protokol kesehatan supaya pelaksanaannya berjalan maksimal,” pungkas Hayati.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bandara menjadi satu tempat yang penting dalam pencegahan penyebaran covid-19.

Di saat pandemi seperti sekarang ini, Erick menilai sudah seharusnya manajemen bandara melakukan inovasi dalam membantu menyosialisasikan pentingnya memakai masker, mencuci tangan, physical distancing, dan penerapan protokol kesehatan lainnya.

Erick menambahkan, industri penerbangan memang menjadi salah satu sektor yang terdampak paling signifi kan akibat pandemi covid-19.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah penumpang yang menggunakan pesawat terus mengalami peningkatan. “Penumpang pesawat memang perlahan mulai meningkat sehingga protokol kesehatan menjadi hal paling utama yang harus dijalankan,” kata Erick dalam keterangannya, Jumat (18/9). (Ins/J-1)

BERITA TERKAIT