20 September 2020, 01:20 WIB

Alokasi Dana Desa Naik, Akurasi Data Desa Harus Ditingkatkan


Widhoroso | Humaniora

KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) diminta untuk meningkatkan akurasi data desa seiring dengan penaikan alokasi dana desa 2021. Alokasi dana desa pada 2021 senilai Rp72 triliun atau naik 1,1% jika dibandingkan dengan tahun ini yang senilai Rp71,2 triliun.

Hal itu disampaikan anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu setelah mengetahui angka ketidakakuratan data desa yang masih tinggi. Ketidakakuratan data membuat rencana pembangunan jadi tidak tepat saat diimplementasikan.

"Saya melihat data desa kita masih jauh dari harapan. Masih tidak presisi atau akurasinya rendah," ujar Syaikhu dalam rilis yang diterima Sabtu (19/9).

Tidak akuratnya data desa membuat banyak kesalahan dalam perencanaan program pembangunan di desa. Kesalahan data semacam ini berpengaruh pada pembangunan nasional.

Lebih jauh  Syaikhu mengapresiasi penaikan alokasi dana desa walaupun tidak signifikan. Dia berharap dana yang tersedia betul-betul difokuskan untuk mewujudkan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.

"Kenaikan ini harus fokus untuk kesejahteraan masyarakat. Sebab itu, data desa presisi jadi sangat penting," tegas mantan Wakil Wali Kota Bekasi tersebut.

Sementara itu, perihal kunjungan kerjanya ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Kamis (17/9), Syaikhu menyebut hal tersebut terkait dengan rencana pembangunan aerocity. Menurutnya, pembangunan aerocity hendaknya disertai dengan penciptaan dan pemberdayaan desa unggulan dalam hal wisata, kuliner, UMKM, dan sebagainya di sekitar bandara

Keunggulan itu perlu dieksplorasi lebih dulu dengan mengetahui potensi desa masing-masing melalui peta desa yang akurat. "Ini bisa jadi proyek percontohan," tukasnya. (RO/R-1)

BERITA TERKAIT