20 September 2020, 03:50 WIB

Suparno Jumar: Sunan Penjaga Ciliwung


Bagus Pradana | Weekend

HAMPIR setiap hari, dari pagi hingga petang, Suparno Jumar, 48, memiliki kebiasaan unik, yaitu menyusuri aliran Sungai Ciliwung untuk mengangkat sampah-sampah yang mencemari sungai tersebut. Ia mengaku begitu dekat dengan sungai, lantaran semasa kecil sering menghabiskan waktu bermain di sungai yang melewati kampung halamannya, di Purworejo.

Kegelisahan Suparno terhadap kondisi Sungai Ciliwung diawali dari pengalamannya melihat seorang oknum petugas pengangkut sampah yang membuang sampah dari gerobak mereka ke sungai, “Di tepi Sungai Ciliwung setiap pagi, pas saya mau kerja ada petugas sampah buang sampah dari gerobaknya ke sungai. Saya coba tegur, tetapi responsnya malah tidak baik,” kenang Suparno.

Pada 2015, ia pun tergerak untuk mendedikasikan hidupnya untuk membersihkan Sungai Ciliwung, bersama Komunitas Peduli Ciliwung (KPC).

Sibuk dengan kegiatan bersih-bersih sungai, pada tahun 2019 Suparno pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaan event organizer yang telah ia tekuni cukup lama dan memilih menjadi relawan pembersih sungai. Kini ia tergabung dalam Satgas Naturaliasasi Ciliwung, Kota Bogor.

“Sekarang saya fulltime di tim patroli. Saya tinggalkan pekerjaan saya, Juli 2019. Di sini ada honor, tapi tidak sebanding di pekerjaan saya yang dulu. Paling tidak kebutuhan dasar tercukupilah meski harus akrobat karena tidak semua hal itu harus diorientasikan dengan materi,” papar pria yang dijuluki Sunan Jagakali ini.

Selain aktif membersihkan sungai, Suparno juga giat memberikan informasi tentang Sungai Ciliwung melalui akun Instagram miliknya yang kini telah memiliki 12 ribu pengikut. Pada pertengahan tahun 2020 ini, ia bersama dengan rekannya membentuk sebuah lembaga sosial, yang bertujuan berkontribusi terhadap konservasi Sungai Ciliwung yang mereka beri nama ‘Hakikat Ciliwung’.

Baginya, sungai ialah sumber kehidupan manusia. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk sebisa mungkin menjaga dan melestarikan lingkungan sungai.

“Buat saya sungai ini sangat berarti. Dulu saya main di sungai, sekarang anak saya nggak tahu kalau sungai bisa buat main,” ujar pria yang tinggal di kawasan Depok, Jawa Barat ini. (Bus/M-4)

BERITA TERKAIT