20 September 2020, 03:45 WIB

Iwan Darmawan: Mantan Preman, Pelestari Hutan


Bagus Pradana | Weekend

IWAN Darmawan, 47, ialah motor penggerak Program Gerakan Nasional Rehabililtas Hutan dan Lahan di Kabupaten Lampung Tengah. Sebelumnya ia ialah seorang mantan preman di Jakarta.

Pada 1996, Iwan memutuskan hijrah ke Lampung dan memulai hidup baru bersama istrinya. Dia ingin menjadi orang yang bermanfaat di rantau. Pada 2003, Iwan menjumpai lahan gundul di Lampung akibat kebakaran hutan hebat yang terjadi tahun itu. Dari situ ia tergerak untuk menggeluti konservasi hutan.

Iwan pun mulai merangkul warga di kawasan Sendang Agung, Lampung Tengah, untuk merehabilitasi hutan lindung yang pernah terbakar di sekitar kampungnya dengan menginisiasi Kelompok Masyarakat Petani Pelindung Kawasan (KMPPK).

“Kami berupaya merehabilitasi kawasan lahan yang dulu pernah terbakar. Kami manfaatkan lahan untuk menanam hasil hutan bukan kayu. Kalau enggak dimulai, saling tunggu. Namun, gayung bersambut, kami akhirnya bisa kolaborasi dengan pemerintah. Waktu itu luas lahan yang terbakar sekitar 12 ribu hektare, dan itu terpencar, yang kami manfaatkan sekitar 6.000 hektare,” jelas Iwan.

Sambil menjaga hutan, Iwan mengajak warga menanam pohon nonkayu di kawasan Hutan Kemasyarakatan Register Way Waya. Lokasinya tidak jauh dari desa tempat tinggalnya, Desa Sendang Agung. Pohon-pohon yang ditanam antara lain durian, pinang, petai, dan aren. Dari hasil pohon nonkayu itu, warga dapat mengembangan usaha ekonomi produktif dengan memanfaatkan hasil hutan.

“Setiap kelompok membawahi 25 penggarap, sesuai dengan kemampuannya, ada yang mengerjakan seperempat hektare, ada yang setengah hektare. Bersama KMPPK, saya juga mengajari warga untuk membuat emping melinjo dan keripik pisang. Kini kami sedang membuat perpustakaan sederhana agar anak-anak remaja di desa kami gemar membaca” papar Iwan.

Sejak 2004, Iwan mengabdikan dirinya sebagai fasilitator penyuluh hutan kemasyarakatan di Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah. Ia giat mengajak warga untuk memulai pola hidup yang berdampingan dengan hutan.

Kerja keras Iwan dalam memajukan desa serta menjaga kelestarian hutan pun mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Lampung, yang kemudian menetapkannya sebagai salah satu ‘Tokoh Desa Penyelamat Lingkungan Hidup’. Tak hanya di level provinsi, kerja keras Iwan berbuah manis ketika ia mendapatkan penghargaan serta ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sebagai Penyelamat Lingkungan Tahun 2008. (Bus/M-4)

BERITA TERKAIT