19 September 2020, 23:40 WIB

Pemerintah Punya PR Besar Naikan Human Capital Index RI


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan, pemerintah punya pekerjaan rumah (PR) dalam menaikan angka Indeks Modal Manusia atau Human Capital Index (HCI).

Meski, laporan dari Bank Dunia menyebut skor HCI Indonesia pada 2020 naik menjadi 0,54, hal itu dianggap tidak baik oleh Piter.

"Ini mengindikasikan bahwa tenaga kerja Indonesia di masa datang atau next generation worker produktivitasnya hanya 53% dari kondisi benchmark. Artinya tidak cukup baik," jelas Piter kepada Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (19/9).

Piter mengatakan, kenaikan HCI sangat kecil bila dibandingkan dengan tahun lalu yakni di angka 0,53. Pemerintah diminta memperbaiki sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan secara total.

"Apalagi indeks ini belum memasukkan dampak covid-19. Artinya, pemerintah masih Punya PR besar dalam menaikkan angka human capital indeks," jelas Piter.

Baca juga : Ekonom : Skor Human Capital Index Indonesia Masih Mengkhawatirkan

Ia menerangkan ada tiga indikator untuk menentukan angka human capital index. Yang pertama adalah survival, kemampuan bertahan hidup masyarakat diatas 5 tahun. Yang kedua adalah pendidikan. Diukur dari kuantitas pendidikan (perkiraan tahun sekolah pada usia 18) dan kualitas pendidikan (skor tes yang diharmonisasi).

Indikaror yang ketiga adalah kesehatan, yakni tingkat kelangsungan hidup orang dewasa dari 15 tahun sampai usia 60. Lalu pertumbuhan yang sehat pada anak-anak atau angka stunting pada anak di bawah 5 tahun.

Terpisah, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan, secara lebih detail komponen survival meningkat menjadi 0,98 dari sebelumnya 0,97, sedangkan kualitas pendidikan sebesar 395.

Pada sisi lain, durasi waktu sekolah anak Indonesia berada pada 7,8, turun dari sebelumnya 7,9. Untuk komponen kesehatan, terdapat kenaikan yang cukup signifikan, dari 0,66 menjadi 0,72.

“Pandemi covid-19 merupakan wake-up call bagi dunia tentang pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas kesiapan dan respons menghadapi pandemi. Penguatan sektor kesehatan menjadi prioritas nasional," kata Febrio dalam keterangan resminya. (OL-7)

BERITA TERKAIT