19 September 2020, 21:11 WIB

Pelajaran Sejarah akan Tetap Ada di dalam Kurikulum


mediiaindonesia.com | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mengkaji rencana penyederhanaan kurikulum pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kajan yang terus dilakukan tersebut memperhatikan berbagai hasil evaluasi implementasi kurikulum baik yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat serta perubahan paradigma keragaman, bukan keseragaman dalam implementasi kurikulum

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan penyederhanaan kurikulum masa tahapan awal karena membutuhkan proses dan pembahasan yang panjang

"Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap kajian akademis" ujar Totok pada siara pers yang diterima, Sabtu (19/9) .

Totok juga menegaskan bahwa kabar pelajaran sejarah akan keluar dari kurikulum tidak benar. Menurutnya, pelajaran sejarah tetap akan diajarkan dan diterapkan setiap generasi.

"Kemendikbud mengutamakan sejarah sebagai bagian penting dari keragaman dan kemajemukan serta perjalanan hidup bangsa indonesia. pada saat dan yang akan datang," imbuh Totok

"Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi bagian kurikulum pendidikan. Nilai-nilai yang dipelajari dalam sejarah merupakan salah satu kunci pengembangan karakter bangsa, tegasnya.

Totok menambahkan penggodokan penyederhanaan kurikulum dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta san melbanan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

"Dalam proses perencanaan dan diskusi ini tentunya Kemendikbud sangat mengharapkan dan mengapresiasi masukan dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan masuk organisasi pakar dan pengamat pendidikan, yang menemukan bagian penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan," terang Totok. (OL-09)

BERITA TERKAIT