19 September 2020, 19:49 WIB

Ekonom : Skor Human Capital Index Indonesia Masih Mengkhawatirkan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PENELITI Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov berpendapat, meski Indeks Modal Manusia atau Human Capital Index (HCI) Indonesia naik tipis menjadi 0,54, hal itu masih dikhawatirkan.

"Membaca rilis terbaru Bank Dunia tentang HCI Indonesia yang hanya naik 0,1 poin sebelum masa pandemi rasanya cukup mengkhawatirkan. Apalagi hasil studi tersebut sama sekali belum menggambarkan dampak luar biasa dari covid-19," jelas Abra kepada Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (18/9).

Dalam laporan Bank Dunia, nilai HCI Indonesia 2020 sebesar 0,54 atau naik dari 0,53 pada 2018. Namun, Abra menekankan untuk tidak berpuas diri. Ia mengungkapkan, skor HCI Indonesia ternyata masih jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand (0,60), Malaysia (0,60), Brunei Darussalam (0,63), Vietnam (0,69), Singapura (0,88).

Abra juga menyoroti komponen-komponen HCI yang patut diperhatikan pemerintah. Yang pertama soal durasi sekolah anak mengalami penurunan dari 7,9 tahun menjadi 7,8 tahun.

Covid-19, sebutnya, yang memaksa seluruh siswa belajar dari jarak jauh berpotensi memperburuk komponen durasi lama sekolah.

Baca juga : Karyawan Pabrik Sumbang 2% Kasus Positif Covid-19 Indonesia

"Belum lagi dampak ekonomi yang dihadapi orang tua siswa sehingga menyebabkan biaya untuk akses pendidikan seperti biaya kuota internet semakin memberatkan. Saya sangat khawatir angka putus sekolah di Indonesia semakin meningkat selama pandemi ini melanda," terang Abra.

Kemudian komponen lain yang disoroti Abra adalah kesehatan. Meskipun skornya membaik dari 0,66 menjadi 0,72, namun hal itu masih dianggap belum terkendali karena kasus covid-19. Di Indonesia, hari ini kembali mencatatkan rekor kasus positif dengan lebih dari 4.000 kasus baru.

"Fakta ini juga berpotensi kembali mendegradasi skor HCI Indonesia dari aspek kesehatan baik komponen adult survival rate maupun angka stunting di Indonesia. Kondisinya diperburuk dengan korban jiwa yang berjatuhan dari para tenaga medis," tutur Abra.

Ia mengharapkan pemerintah jauh lebih serius lagi dalam menangani pandemi covid-19 sehingga angka Indeks Pembangunan Manusia Indonesia tidak kembali terpuruk di tahun mendatang. (OL-7)

BERITA TERKAIT