19 September 2020, 19:34 WIB

FSGI Pertanyakan Rencana Kemendikbud Hapus Pelajaran Sejarah


Atalya Puspa | Humaniora

FEDERASI Serikat Guru Indonesia (FSGI) mempertanyakan alasan Kementerian dan Kebudayaan menghapus mata pelajaran sejarah di tingkat sekolah menengah. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal FSGI Satriawan Salim.

"Menghilangkan mata pelajaran sejarah di SMK itu juga kami pertanyakan. Kenapa ? Karena itu sama saja menjadikan anak-anak SMK hanya siap kerja seperti robot tanpa memahami sejarah bangsanya," kata Satriawan kepada Media Indonesia, Sabtu (19/9).

Satriawan menilai, semestinya pelajaran sejarah tetap masuk ke dalam kurikulum di setiap tingkat sekolah dan menjadi mata pelajaran wajib umum seperti pelajaran Bahasa Indonesia, agama, dan Penidikan Kewarganegaraan.

Lebih jauh lagi, Satriawan mengungkapkan, pembuatan kurikulum baru semestinya membutuhkan waktu yang panjang dan diskusi yang melibatkan berbagai pihak.

Baca juga : MSI Desak Kemendikbud Pertahankan Sejarah Sebagai Pelajaran Wajib

"Ini malah ada Dirjen Kemendikbud yang menjadi ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia (PP-MSI) yang mengkritik draft kurikulum baru. Ini kan artinya tidak ada koordinasi," kata Satriawan

"Bagaimana Kemendikbud bisa mengkoordinasikan kurikulum baru bagi guru, sekolah, siswa yang jumlahnya puluhan juta, sementara berkordinasi di internal sebdiri dirinya gagal?" imbuhnya.

Dirinya menegaskan, perubahan kurikulum memang sebuah keniscayaan. Namun begitu, saat ini perubahan tersebut belum menjadi satu hal yang urgent.

"Karena bagaimanapun juga kurikulum harus dibuat berdasarkan aspirasi yang muncul di publik. Ini terlalu terburu-buru, dipaksakan, dan menutup ruang dialog," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT