19 September 2020, 18:20 WIB

Selain Covid-19, Kasus DBD di Indonesia Juga Terus Bertambah


Atalya Puspa/Ferdian Ananda Majni | Humaniora

HINGGA pekan ke-38 tahun ini, jumlah kasus demam berdarah (DBD) di Indonesia mencapai 87.872 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 608 orang.

Adapun, kasus kesakitan terbanyak pada rentang usia 15-44 tahun, dan kasus kematian terbanyak pada rentang usia 5-14 tahun.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Didik Budijanto mengungkapkan, menjelang musim penghujan, pihaknya gencar melakukan langkah pencegahan.

Pertama, terus mengedukasi masyarakat agar memberantas tempat perindukan nyamuk dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras wadah penampungan air secara rutin.

Baca juga : Bertambah, Komisioner KPU RI yang Positif Covid-19

"Selain itu, menutup wadah penampungan air, mendaur ulang barang-barang bekas, ditambah meletakkan zat pembunuh jentik/ larvasida pada penampungan yang tidak bisa dikuras, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan lain-lain," kata Didik kepada Media Indonesia, Minggu (19/9).

Adapun, Didik menyatakan PSN3M Plus dilakukan oleh masyarakat di rumah masing-masing melalui erakan 1 Rumah 1 jumantik (G1R1J) secara serentak dan berkesinambungan. Di masa pandemi covid-19, kata Didik, maka kegiatan-kegiatan pencegahan dan pengendalian demam berdarah tetap dengan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

"Kemenkes juga terus mempertahankan dan meningkatkan kemampuan teknis para dokter dan nakes dalam deteksi dini DBD dan penatalaksanaaan kasus melalui seminar virtual, dan lain-lain," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT