19 September 2020, 17:10 WIB

Sulit Air Bersih, 145 Sekolah di Sikka Tiadakan KBM Tatap Muka


Gabriel Langga. | Nusantara

KEPALA DINAS Pendidikan dan Kepemudaan (PKO) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Mayela Da Cunha menyebutkan sejak pemerintah membuka kembali aktivitas sekolah. Namun, tidak semua sekolah mulai dari TK hingga SMA menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah akibat kesulitan air bersih untuk mencuci tangan.

"Kan apabila sekolah gelar tatap muka wajib terapkan protokol kesehatan. Namun, ada beberapa sekolah tidak bisa terapkan protokol kesehatan. Dalam protokol kesehatan kan wajib cuci tangan. Mereka siapkan alat tempat cuci tangan tapi tidak ada air bersihnya. Ada beberapa kepala sekolah yang sudah sampaikan kepada saya, mereka tidak bisa KMB tatap muka karena air tidak ada," ujar Mayela kepada mediaindonesia.com, Sabtu (19/9).

Selain kesulitan air bersih, kata dia ada juga sarana prasarana protokol kesehatan belum lengkap disiapkan oleh pihak sekolah sampai saat ini sehingga mereka tidak menggelar KBM tatap muka di sekolah.

Mayela mencatat ada sekitar 145 sekolah mulai dari TK, SD dan SMP yang saat ini tidak menggelar KBM di sekolah. Sementara ada sekitar 377 sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP yang menggelar KBM tatap muka di sekolah. Meski
demikian ada beberapa sekolah juga menggelar KBM secara tatap muka dan juga daring.

"Sekolah yang siswanya banyak itu mereka menggelar KBM di sekolah dan secara daring," papar dia.

Ditambahkan Mayela pembelajaran tatap muka yang digelar beberapa sekolah mulai dari TK, SD dan SMP bakal dihentikan jika ada warga Kabupaten Sikka terkonfirmasi positif virus covid-19.

"Kami sudah dapat surat edaran dari Bupati Sikka, jika ada warga kita terkonfirmasi positif virus covid-19 maka seluruh KBM kita hentikan sementara. Mengingat Sikka masih berada di zona hijau virus Covid-19 maka KBM tatap muka di sekolah masih digelar sampai saat ini," pungkas Mayela. (OL-13)

Baca Juga: KPK Siap Bongkar Nama Lain di Skandal Pinangki

BERITA TERKAIT