19 September 2020, 16:35 WIB

Rektor Positif Covid, IPB Berlakukan Pembatasan Masuk Kampus


Dede Susianti | Humaniora

REKTOR IPB University Arif Satria positif terpapar virus korona (covid-19). Kondisi ini diketahui dari pesan berantai melalui grup whatsapp media.

Pesan itu berjudul pemberitahuan tertanggal 19 September 2020 yang di bawahnya tertulis nama Rektor IPB University Arif Satria.

Isi pesan tersebut diawali dengan ucapan doa dan apresiasi Arif atas segala upaya untuk menjaga kesehatan dan menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan

"Semoga seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan IPB dalam keadaan sehat walafiat. Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Saudara sekalian atas segala upaya untuk menjaga kesehatan pribadi maupun keluarga dan kondusivitas kampus IPB dengan menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan. Sebagai ikhtiar kita telah mengikuti himbauan Gubernur Jawa Barat, Walikota dan Bupati Bogor dengan menerapkan kembali pembatasan masuk kampus IPB," tulis Arif Satria.

Di situ, Arif menyebutkan dia dinyatakan positif setelah melakukan tes swab atas inisiatif sendiri.

"Di tengah berbagai aktivitas yang padat, atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan test swab pada tanggal 18 September dan ternyata hasilnya dinyatakan positif," ungkapnya.

Dia mengatakan, meski demikian, kondisinya saat ini dirasakan baik dan tidak ada keluhan. Aktivitas  dan tanggungjawabnya sebagai rektor IPB tetap dilaksanakan, dengan virtual.

"Alhamdulillah pada saat ini saya merasa dalam kondisi fisik yang baik untuk tetap dapat beraktivitas dan melaksanakan tangungjawab saya selaku rektor melalui koordinasi secara virtual," katanya.

Arif juga menyebutkan, dirinya melakukan isolasi mandiri hingga dinyatakan sembuh. Dengan kondisi tersebut, Arif pun mengeluarkan kebijakan melakukan pengetatan dan pembatasan masuk kampus.

"Mempertimbangkan hal tersebut saya memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat Masa Pembatasan Masuk Kampus, terhitung 14 hari sejak hari ini, Sabtu 19 September 2020,"jelasnya.

Di akhir pemberitahuan itu, Arif memohon doa dan meminta maaf.

"Doanya semoga Allah memberi karunia kesehatan, dan saya pun mendoakan agar kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi dan saling menginspirasi. Saya mengerti dan memahami bahwa hal ini sangat berat bagi kita semua, dan untuk itu saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui seluler pribadinya, Arif belum merespon.

Namun, Kepala Biro Komunikasi Humas IPB University, Yatri Kusumastuti saat dihubungi membenarkan hal tersebut. "Betul. Mohon doanya,"  (OL-13)

Baca Juga: Catat, Ini Jadwal Rekayasa Lalin di Tol Jagorawi

BERITA TERKAIT