19 September 2020, 12:12 WIB

Prioritas Pemberian Vaksin kepada Tenaga Kesehatan


Insi Nantika Jelita | Humaniora

WAKIL Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan tenaga kesehatan merupakan golongan prioritas dalam pemberian vaksin covid-19. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers virtual tentang pengendalian Covid 19 di 8 provinsi, Jumat (18/9).

"Prioritas utama kita saat ini adalah petugas kesehatan. Ketika vaksin telah berhasil di dapatkan, maka kita akan melakukan injeksi kepada seluruh petugas kesehatan di Indonesia," ujar Luhut dalam keterangan resminya.

Luhut menegaskan, rencana tersebut sebagai upaya untuk menekan penularan covid-19 di kalangan tenaga kesehatan atau medis.

Setelah diberikan kepada tenaga kesehatan, Luhut mengatakan, pemberian vaksin akan didistribusikan kepada pasien covid-19 di provinsi-provinsi

"Jangan sampai ada lagi dokter atau perawat kita yang menjadi korban. Setelahnya, vaksin akan diberikan kepada daerah Jawa dan Bali sebagai sumber penularan covid-19 tertinggi saat ini," jelas Luhut.

Pemerintah, lanjutnya, telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin sebanyak 20 juta vaksin G42

"Kita sudah dapat 20 juta dari Uni Emirat Arab dan akan mulai didistribusikan pada bulan Desember, yang kita ingin tambahkan 10 juta. Jadi 30 juta maka akan cukup," kata Menko Maritim dan Investasi itu.

baca juga: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin

Menurutnya, bila pada Januari 2021 Indonesia berhasil melakukan injeksi vaksin maka penularan covid-19 di Indonesia akan dapat dikendalikan. Indonesia, kata Luhut, saat ini mengikuti Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) sehingga akan memperoleh akses vaksin sebesar 20 persen dari populasi atau sebanyak 52 juta dosis. Selain itu, Indonesia telah mengamankan 390 juta dosis vaksin dari kerjasama dengan Tiongkok. Namun, tidak hanya dengan Tiongkok, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN juga sedang mematangkan kerja sama pengadaan vaksin dengan Korea Selatan dan Australia. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT