19 September 2020, 03:20 WIB

Pesepeda Wajib Taati Aturan Keselamatan


Hilda Julaika | Megapolitan

ATURAN bersepeda atau gowes di jalan resmi dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan. Masyarakat diingatkan untuk memahami dan menerapkan aturan keselamatan tersebut sebelum mengayuh sepeda di jalan.

“Kita ketahui bersama sepeda saat ini menjadi tren di masyarakat pada masa pandemi covid-19. Olahraga bersepeda bagus sekali untuk menjaga metabolisme tubuh kita. Untuk itu, kita lakukan sosialisasi aturan keselamatan agar masyarakat tahu bagaimana bersepeda yang aman dan nyaman,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kemarin.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menambahkan sepeda yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan. Syarat tersebut diatur dalam Permenhub 59/2020, seperti memiliki sepatbor, bel, rem, lampu, alat pemantul cahaya berwarna merah, serta alat pemantul cahaya berwarna putih atau kuning dan pedal.

“Selain itu, untuk berkendara sepeda yang aman, pesepeda pada malam hari harus menyalakan lampu serta menggunakan atribut yang dapat memantulkan cahaya, memakai alas kaki, dan memahami serta mematuhi tata cara berlalu lintas,” kata Budi Setiyadi .

Selain itu, penerapan protokol kesehatan pun harus tetap dilakukan di mana pun, termasuk saat bersepeda di luar rumah dan di kawasan tertentu.

“Apalagi di tempat umum, seperti di stasiun MRT. Kita harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Kita lakukan sosialisasi agar masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19.”

Pasal 18 Permenhub 59/2020, terang dia, juga menyebut lima tempat yang diwajibkan untuk menyediakan lapangan parkir khusus sepeda. Lokasi parkir itu berada di simpul transportasi, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, dan tempat ibadah.

Pun fasilitas parkir umum untuk sepeda dapat berupa lokasi yang mudah diakses, aman, dan tidak mengganggu arus pejalan kaki, serta terdapat rak, tiang, atau sandaran yang memungkinkan bagi sepeda untuk dikunci atau digembok.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menjelaskan pihaknya telah menyediakan sebanyak 25 rak sepeda yang tersebar di 13 stasiun. Satu rak sepeda mampu menampung hingga 10 sepeda.

Letak rak sepeda yang berdekatan dengan pintu masuk (entrance) stasiun menjadikan setiap rak sepeda selalu berada dalam pengawasan petugas saat berjaga atau patroli di sekitar stasiun. (Hld/Ins/Put/J-2)

BERITA TERKAIT