19 September 2020, 03:35 WIB

FBI Peringatkan Campur Tangan Rusia dalam Pilpres AS


MI | Internasional

DIREKTUR FBI Christopher Wray pada Kamis (17/9) memperingatkan Rusia untuk tidak mencampuri Pemilihan Presiden AS 2020. 

Pasalnya, diduga, ada informasi keliru yang ditujukan untuk menghancurkan kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden dan melemahkan kepercayaan Amerika dalam proses pemilihan.

“Pukulan telak dari informasi yang salah dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan pada hasil Pemilu 2020,” kata Wray.

Dia mengatakan Moskow juga berusaha melemahkan isu anti-Rusia. Wray ber ulang kali berbicara tentang campur tangan pemilu dalam kesaksiannya kepada komite DPR. Pihaknya pun berkomitmen untuk memblokade upaya campur tangan tersebut dalam pemilu tahun ini.

Agen Rusia, kata Wray, sebagian besar berusaha memengaruhi pemilu melalui pengaruh asing dengan memfitnah, seperti
media sosial, media pemerintah, dan penggunaan proxy. “(Rusia) terutama untuk merendahkan Biden dan apa yang dianggap Rusia sebagai bentuk anti-Rusia,” tambahnya.

Kesaksian Wray menyusul peringatan 7 Agustus oleh Direktur Pusat Kontraintelijen dan Keamanan Nasional bahwa Rusia, Tiongkok, dan Iran berusaha ikut campur dalam pemilihan 3 November.

Berbagai tinjauan oleh badan intelijen AS telah menyimpulkan Rusia bertindak untuk meningkatkan kampanye Donald Trump pada 2016 dan merusak saingan Demokratnya, Hillary Clinton. Trump sendiri telah berulang kali mempertanyakan peningkatan penggunaan surat-suara melalui surat, metode pemungutan suara yang sudah lama ada di Amerika Serikat yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penggunaan siklus pemilihan ini karena risiko virus korona.

Presiden Trump tak terima dengan temuan itu dan secara resmi dibantah Rusia meski penasihat khusus Robert Mueller yang menuduh operator Rusia ikut campur untuk membantu Trump. Terkait dengan Tiongkok, Wray mengatakan FBI sangat aktif dalam memantau upaya Beijing untuk memperoleh teknologi AS dan informasi sensitif lainnya. 

Karena itu, mereka membuka investigasi kontraintelijen baru terkait dengan Tiongkok setiap 10 jam. Wray mengatakan FBI sedang melakukan banyak investigasi terhadap ekstremis domestik yang kejam. Bagian terbesar dari investigasi ialah kelompok supremasi kulit putih. (Van/The Guardian/I-1)
 

BERITA TERKAIT