18 September 2020, 21:21 WIB

Petani Cabai Merah di Pidie Ingin Harga Bertahan di Atas Rp20 Ribu


Amiruddin Abdullah Reubee | Ekonomi

PETANI cabai merah di kawassn Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, gembira. Pasalnya harga bahan bumbu pemedas masakan itu sejak tiga hari terakhir naik dari sebelumnya Rp20 ribu per kg (kilogram) menjadi Rp24 ribu per kg.

Kenaikan harga seperti itu dianggap sudah berpihak kepada petani. Karena ongkos atau biaya produk yang mereka keluarkan tinggi. Apalagi harga pupuk dan saprodi sekarang makin mahal.

Ridwan, petani cabai di Desa Blang Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Jumat (18/9) mengatakan, kalau harga cabai dibawah Rp15 ribu per kg sudah tidak sesuai lagi dengan biaya produksi yang mereka keluarkan. Tapi bila harganya antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu itu hanya bisa kembali modal. "Kalau harga kami jual Rp 15.000 per kg, itu hanya cukup untuk modal beli pupuk, saprodi atau keperluan lain. Kami tentu rugi ongkos kerja" tutur Ridwan.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/288471-harga-cabai-merah-di-aceh-naik-rawit-turun

Ridwan berharap harga pada angka Rp24 ribu per kg tetap bertahan. Apalagi lahan cabai miliknya sekarang sudah menjelang masa panen. Bila harganya turun lagi dikhawatirkan para petani di kawasan Pidie akan merugi sehingga hilang motivasi untuk menanam ke depan.

Pedagang cabai di pusat pasar sayur Pante Teungoh, Kota Sigli Ibu Kota Kabupaten Pidie, Fajri, mengatakan kenaikan harga cabai merah karena pasokan dari petani hampir sepekan terakhir berkurang dari sebelumnya. Sedangkan permitaan untuk konsumen tatap stabil. "Kini panen dari petani berkurang, tapi permintaan masih normal seperti biasa. Jadi tentu haganya naik," ujar Fajri. (OL-12)

BERITA TERKAIT