18 September 2020, 15:15 WIB

Kenalkan Kaum Muda Papua dengan Industri Film Nasional


Achmad Maulana | Nusantara

SEBAGAI provinsi paling timur di Indonesia, industri film di Papua mungkin belum seberkembang di wilayah Indonesia bagian barat. Padahal provinsi tersebut boleh jadi mempunyai potensi yang besar di industri film.

Untuk itu, guna memfasilitasi kebutuhan webinar bagi para siswa dari daerah Papua, Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo menggelar webinar dengan topik diskusi industri film nasional. Dian yang menjadi pembicara dalam webinar itu berbagi pengalaman dan pandangannya selama 20 tahun bekerja di industri film sebagai aktris dan kini produser kepada lebih dari 80 siswa asal Papua.

Baca juga: Mengenal Proses Paskaproduksi Film

Turut hadir dalam webinar itu adalah para mahasiswa FISIP Universitas Cendrawasih, Institut Seni & Budaya Indonesia (ISBI Tanah Papua), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen Wamena (STKIP KW), dan anggota Komunitas Film di Papua yang dipandu oleh Managing Partner Magnifique, Arifaldi Dasril.

“Papua memiliki banyak siswa yang tertarik untuk terjun ke industri film. Hal itu terbukti dengan prestasi mereka dalam mengikuti berbagai festival film tingkat nasional dan maraknya komunitas film di Papua. Sudah selayaknya pandemi ini tidak memutus mata rantai pembelajaran mereka dari para pelaku industri," ujar Dian Sastrowardoyo menjelaskan alasannya memilih Papua sebagai webinar perdananya.

Webinar di Balik Layar: Diskusi Film Indonesia itu berlangsung selama kurang lebih 90 menit dan membahas mengenai produksi dan situasi film nasional saat ini yang diharapkan dapat memberikan gambaran kepada tunas-tunas muda Papua.

“Sama halnya dengan para siswa di bagian Indonesia manapun, akses bagi para siswa untuk terus menginspirasi diri secara positif harus kerap diberikan. Webinar merupakan salah satu sarana yang mempertemukan siswa dan profesional agar para siswa memiliki gambaran yang lebih nyata akan industri yang ingin diterjuni,” ujar Dian lagi.

Menurut Arifaldi,  M-Class merupakan inisiatif yang dicetus oleh Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo sehubungan dengan pandemi dan kewajiban pembelajaran daring. Webinar merupakan pilihan yang paling tepat untuk terus diadakan secara berkala di setiap daerah tertinggal. M-Class bertujuan menjangkau berbagai daerah yang membutuhkan webinar dengan mendatangkan para pembicara yang kompeten dan topik yang berbeda di setiap sesi. Selama semester perkuliahan, M-Class akan hadir setiap bulan di daerah dan kampus berbeda. Mekanisme M-Class dilakukan tidak hanya dengan mengadakan webinar, tapi juga pengadaan kuota internet bagi siswa yang membutuhkan, sehingga tidak terbebani untuk dapat mengikuti acara.

“Kami mengharapkan akan lebih banyak lagi pihak yang bersinergi dengan kami untuk kelangsungan webinar ini agar frekuensi webinar dapat lebih sering dan menjangkau lebih banyak kampus,” cetus Arifaldi. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT