18 September 2020, 11:16 WIB

Belarus Tutup Perbatasan dengan Polandia dan Lituania


Faustinus Nua | Internasional

PRESIDEN Belarus Alexander Lukashenko yang diserang protes berminggu-minggu atas sengketa pemilihan umum, mengatakan, pihaknya perlu menutup perbatasannya dengan Polandia dan Lituania, dan memperkuat kontrol perbatasan dengan Ukraina.

Belarus berada dalam krisis politik menyusul pemilihan presiden 9 Agustus yang dirusak oleh tuduhan kecurangan dan menyebabkan demonstrasi massal melawan Lukashenko, pemimpin yang telah berkuasa sejak 1994. Lukashenko mengatakan memenangkan pemilihan ulang secara adil dan menjadi korban pencemaran nama baik oleh kampanye Barat.

"Kami dipaksa untuk menarik pasukan kami dari jalan-jalan, meminta setengah dari tentara kami berjaga dan menutup perbatasan negara kami dengan Barat, pertama-tama dengan Lituania dan Polandia," kata Lukashenko dalam pidatonya di forum wanita di Minsk.

"Kami sangat menyesal, kami terpaksa memperkuat perbatasan kami dengan persaudaraan Ukraina," imbuhnya.

Baca juga: Putin Yakin Lukashenko Bisa Atasi Krisis Belarus

Juru bicara pemerintah Polandia Piotr Muller menyampaikan pihaknya belum dikonfirmasi soal penutupan perbatasan. Wakil menteri luar negeri Polandia Pawel Jablonski mengatakan langkah Belarus merupakan propaganda.

"Kami menganggap ini sebagai elemen lain dari kampanye propaganda, permainan psikologis yang bertujuan untuk menciptakan rasa ancaman eksternal," ucap Muller.

Kementerian Luar Negeri Polandia mengatakan kepada kantor berita yang dikelola pemerintah PAP,perbatasan itu beroperasi seperti biasa. Kepala penjaga perbatasan Lituania Rustamas Liubajevas juga menegaskan perbatasan akan beroperasi seperti biasa.

"Kami tidak tahu apa artinya (pengumuman) ini. Apakah mereka akan menutup perbatasan dengan kargo, atau orang, atau sesuatu yang lain? Kami perlu menunggu dan melihat apa arti pengumuman itu dan bagaimana penerapannya," tutup Menteri Luar Negeri Lituania Linas Linkevicius.(France/OL-5)

BERITA TERKAIT