18 September 2020, 10:27 WIB

Netanyahu: Tak Ada Pilihan Selain Memperketat Lockdown


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PERDNA Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan akan memperkatat lockdown pada Jumat (18/9) guna membendung tingkat infeksi covid-19 yang meningkat, hingga melewati 5.000 infeksi saban hari di pekan ini.

Netanyahu berbicara dari kediamannya di Jerusalem, negara lain dengan tingkat infeksi harian tinggi pun kembali memberlakukan pembatasan.

“Kami melakukan segala upaya untuk menyeimbangkan pertimbangan kesehatan dan kebutuhan ekonomi,” ujarnya.

"Tetapi tingkat infeksi yang meningkat berarti mungkin tidak ada pilihan selain memperketat pembatasan. Saya tidak akan memaksakan lockdown tanpa alasan, tetapi saya tidak akan ragu untuk menambahkan pembatasan jika diperlukan," imbuhnya.

Baca juga: Israel Laporkan 4.764 Kasus Covid-19 Harian Tertinggi

Ia mencatat ada batasan yang bisa dilakukan tim kesehatan sebelum sistem kewalahan. Ia pun mendesak publik untuk memakai masker dan menghindari pertemuan.

“Semakin banyak ini dilakukan, semakin sedikit kebutuhan untuk tindakan-tindakan ketat. Kedua langkah itu lebih penting daripada tindakan apa pun yang kami terapkan," tuturnya.

Dia berusaha menampik laporan ketidaksepakatan antara dia dan pemimpin tanggap covid-19 pemerintah, Ronni Gamzu, atas efektivitas lockdown.

"Lockdown itu penting, perlu dan dalam lockdown ini kita berdiri bersama," ucapnya.

Netanyahu akan segera membahas rencana baru untuk mengatasi kejatuhan ekonomi yang disebabkan oleh kebijakan lockdown.(Times of Israel/OL-5)

BERITA TERKAIT