18 September 2020, 09:05 WIB

Filantropis ini Sumbangkan Rp118,8 Triliun Hartanya untuk Amal


Abdillah Marzuqi | Weekend

TIDAK banyak miliarder yang bercita-cita menghabiskan hartanya untuk amal. Salah satu dari segelintir miliarder itu bernama Charles Chuck Feeney. Pria itu mendonasikan kekayaannya senilai US$8 miliar (sekitar Rp118,8 triliun). Usai itu, ia mengatakan lebih merasa bahagia dari sebelumnya. Ia hanya menyisakan US$2 juta (sekitar Rp29,7 miliar) untuk dirinya.

Dilansir Daily Mail, butuh waktu 4 dekade untuk membuat mimpinya menjadi nyata. Pria 89 tahun itu, kaya berkat perusaahaan ritel bandara yang menjual barang mewah. Perusahaan bernama Duty Free Shoppers itu didirikannya bersama Robert Miller pada 1960.

Ia melakukannya lewat Atlantic Philanthropies yang didirikannya pada 1984. Lembaga itu bergerak untuk upaya perdamaian di Irlandia Utara, modernisasi sistem kesehatan di Vietnam, dan berfokus pada pemerataan pendidikan. Ia menyumbang US$3,7 miliar (Rp54,9 triliun) untuk pendidikan dan US$270 juta (Rp4 triliun) untuk peningkatan perawatan kesehatan di Vietnam.

"Kami belajar banyak. Kami akan melakukan beberapa hal secara berbeda, tetapi saya sangat puas. Saya merasa sangat bahagia saat menyelesaikan ini tepat waktu," kata Feeney yang terkenal karena janji untuk memberikan semua uangnya untuk tujuan amal.

Pada 2012 Feeney mengatakan dia menyisihkan US$ 2 juta untuknya pensiun dan menikmati hari tua bersama isteri. Selainnya, akan ia sumbangkan. September 2020 adalah tahun berharga, saat impian untuk mendermakan seluruh hartanya menjadi nyata. Feeney juga dikenal sebagai pelopor gagasan giving while living. Ide itu merujuk pada maksud seseorang kaya untuk menghabiskan harta di jalan amal selama hidup, alih-alih berderma usai meninggal.

"Terima kasih untuk semua yang bergabung dengan kami dalam perjalanan ini. Dan bagi mereka yang bertanya-tanya tentang giving while living. Cobalah, Anda akan menyukainya," ujar dermawan berjuluk James Bond of Philanthropy itu. (M-4)

BERITA TERKAIT