17 September 2020, 23:08 WIB

Direnovasi, Museum Negeri Sumut akan Berkelas Internasional


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara memulai renovasi Museum Negeri Sumut untuk menyediakan kebutuhan galeri bagi sekitar 7.000 koleksi kuno yang dimiliki museum tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumut Ria Telaumbanua mengatakan, pihaknya sudah memulai kegiatan renovasi Museum Negeri Sumut. "Tujuan dari renovasi ini adalah untuk meningkatkan fasilitas dan kapasitas museum agar mampu memperlihatkan kepada masyarakat seluruh koleksi yang ada di tempat ini," tuturnya di sela-sela Festival Museum Sumut, Kamis (17/9).

Ria menjelaskan, hingga kini Museum Negeri Sumut sudsh memiliki sekitar 7.000 koleksi yang berkaitan dengan sejarah Provinsi Sumut. Namun sejauh ini sebagian besar dari koleksi tersebut harus disimpan di dalam gudang karena kurangnya galeri atau tempat untuk memamerkan koleksi.

Adapun kegiatan renovasi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai berbarengan dengan pembukaan Festival Museum Sumut 2020 dan tahap kedua akan dimulai di awal 2021.

Pada tahap pertama akan dilakukan renovasi terhadap bagian-bagian yang mampu meningkatkan kapasitas museum. Begitu juga dengan tampilan fasilitas museum agar lebih menarik perhatian masyarakat. "Dan tahap kedua nanti kita akan sempurnakan agar museum ini menjadi museum berkelas internasional," imbuhnya.

Festival Museum Sumut 2020 yang digelar di Museum Negeri Sumut, Jl. H.M. Joni, Kota Medan, mulai berlangsung Kamis (17) hingga dua hari ke depan.

Akibat kondisi pandemi Covid-19, festival yang kedua ini hanya diikuti lima museum yang ada di Sumut, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain keikutsertaan lima museum, festival ini juga menyajikan pameran dari berbagai kelompok atau komunitas seperti Ikatan Perupa Tanah Melayu, Komunitas Peduli Museum dan Sejarah Corak Karo. Selain itu ada juga perlombaan Aksara Batak yang saat ini mulai dilupakan.

"Kami berharap festival ini dapat meningkatkan informasi dan pengenalan museum kepada masyarakat, terutama terkait dengan kearifan lokal," pungkas Ria. (R-1)

BERITA TERKAIT