17 September 2020, 17:45 WIB

Rekening Bermasalah Hambat Penyaluran BSU


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

DIREKTUR Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang mengungkapkan, salah satu kendala dalam pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja berpendapatan di bawah Rp5 juta ialah pada rekening bank penerima manfaat.

"Data (penerima manfaat) masuk BPJamsostek dan kemudian rekeningnya bermasalah. Ini yang kami minta tolong untuk segera memperbaiki melalui BPJamsostek," ujar Haiyani dalam diskusi virtual, Kamis (17/9).

Baca juga: Pulihkan Ekonomi, BSU Harus Bisa Diperluas ke Pekerja Informal

"Di batch I ada data yang tidak valid, ternyata rekeningnya tutup, ada yang rekeningnya pasif, ada juga rekening tidak valid dan sudah kami kembalikan datanya. Kami berharap BPJamsostek mengomunikasikan kepada pemberi kerja," sambungnya.

Persoalan rekening itu, kata Haiyani, merupakan ranah perusahaan pemberi kerja bersama dengan BPJamsostek. Kementerian Ketenagakerjaan memberikan tenggat waktu selama 10 hari setelah pengembalian data untuk diperbaiki.

Ia berharap perbaikan data rekening penerima manfaat BSU sesegera mungkin dilakukan. Sebab, tujuan dari program tersebut ialah untuk mengungkit daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan perekonomian nasional.

Di kesempatan yang sama Direktur BPJamsostek Agus Susanto menuturkan, pihaknya telah melakukan validasi berlapis ihwal data calon penerima BSU. Sejauh ini, kata dia, data rekening bank yang telah tervalidasi mencapai 14,5 juta rekening.

"Dari 14,5 juta rekening yang valid tersebut, ada 133.000 yang masih dalam proses, sementara ada 3.000 rekening yang tidak valid. Yang tidak valid ini kami konfirmasi kembali (kepada pemberi kerja)," tuturnya.

Setelah validasi rekening bank dilakukan, lanjut Agus, pihaknya kembali memvalidasi data itu dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan 14/2020 sebagai rujukannya. Hasilnya, hingga Rabu (17/9) terdapat 11,8 juta data yang tervalidasi.

11,8 juta data itu kemudian diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan secara bertahap, yakni pada batch I sebanyak 2,5 juta data, batch II 3 juta data, batch III 3,5 data dan teranyar batch IV sebanyak 2,8 juta data.

Adapun merujuk data Kementerian Ketenagakerjaan, hingga 14 September penyaluran subsidi batch I dan batch II telah diberikan kepada 5,45 juta penerima atau 99,1% dari total penerima tahap I dan tahap II sebanyak 5,5 juta orang. Sedangkan realisasi penyaluran tahap III baru akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.

Program BSU hanya diperuntukkan kepada pekerja berpendapatan Rp5 juta ke bawah dan merupakan peserta aktif dari BPJamsostek. Program ini diagendakan berjalan selama 4 bulan dengan besaran subsidi yang diterima pekerja tiap bulannya sebesar Rp600 ribu. Akan tetapi pencairan dilakukan hanya dua kali dan dalam sekali penyaluran penerima BSU mendapatkan uang sebesar Rp1,2 juta.

Nantinya, data yang telah diverifikasi ulang akan diproses oleh tim Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk dapat segera dicairkan kepada bank penyalur. Selanjutnya, bank penyalur akan menyalurkan uang subsidi ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) maupun rekening bank swasta lainnya. (Mir/A-1)

BERITA TERKAIT