17 September 2020, 11:15 WIB

Korlantas Polri Peduli, Bagi-bagi Masker dan Rapid Test Gratis


Mediandonesia.com | Megapolitan

DALAM rangkat memperingati HUT ke-65 lalu linta, Korlantas Polri selain menyelenggarakan kegiatan eksternal juga kegiatan internal. Beberapa kegiatan itu yakni melakukan rapid test gratis terhadap 37.500 warga masyarakat, membagikan masker,  lomba kebersihan lingkungan kerja dan asrama/rusunawa Korlantas, pemberian penghargaan kepada  anggota Polri dan aparatur sipil negara Korlantas yang berprestasi.

Selain itu, ada juga program pemberian bantuan kepada putra-putri anggota Polri dan aparatur sipil negara yang berprestasi di sekolah, menjenguk dan memberikan tali asih kepada anggota Polri yang sakit serta masyarakat yang telah peduli dan berjasa pada Polri. Progam lainnya adalah memberikan bantuan kaki palsu bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Cegah Covid-19, Polri Dirikan Sederetan Kampung Sehat

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs Istiono, MH mengatakan, berbagai kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian dan perhatian pimpinan kepada anggota, juga sebagai bentuk kepedulian keluarga besar Polri, khususnya di lingkungan Korlantas.
"Berbagai kegiatan kemanusiaan tersebut sebenarnya rutin diselenggarakan setiap tahun. Hal itu sebagai wujud pengabdian jajaran Korlantas Polri kepada sesama. Kaitannya dengan bantuan kaki palsu, diharapkan bisa membantu korban lakalantas untuk bisa hidup mandiri," ujarnya.

Selain baksos, Korlantas Polri bekerja sama dengan PT Indo Cakra Abadi juga akan menggelar bakti kesehatan berupa pembagian masker dan rapid test gratis  covid-19 terhadap 37.500 warga masyarakat di tempat-tempat pelayanan publik, seperti pelayanan di Samsat, pelayanan SIM dan pelayanan STNK. Jika ada peserta rapid test yang menunjukkan hasil reaktif, akan langsung ditindaklanjuti dengan test swab PCR.

Pimpinan PT Indo Cakra Abadi, Maya Miranda Ambarsari menyambut baik kerja sama itu. "Kepedulian kami dalam membantu sesama ditengah pandemi covid-19 ini semoga bermanfaat. Pandemi ini  membawa dampak bagi banyak lapisan masyarakat. Sedikit banyak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta untuk menghambat penyebaran virus corona sangat dirasakan para pelaku ekonomi dan warga masyarakat."

Saat ini, lanjut Maya, tidak sedikit perusahaan yang harus menghentikan operasional sampai waktu yang belum ditentukan. Lantaran itulah, banyak pekerja nasibnya kini sedang tidak menentu. Menghadapi hal ini, kata Maya Miranda Ambarsari, pandemi covid-19 menimbulkan tantangan bagi perusahaan untuk menunjukkan kepedulian.

"Untuk itu, kami bersama Korlantas Polri berinisiatif melakukan aksi nyata. Tentang program kepedulian bantuan rapid test, Maya Miranda Ambarsari mengatakan, ada tiga hal yang bisa dicermati perusahaan. Pertama, perusahaan harus memiliki kepedulian terhadap sesama, kedua, perusahaan harus memiliki kepedulian terhadap stabilitas industri dan ketiga, perusahaan harus peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Irjen Pol Istiono mengatakan, bantuan kemanusiaan di tengah pandemi covid-19 menjadi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tatanan kehidupan manusia. Berbagai lapisan masyarakat dihadapkan pada pilihan yang sama-sama pahit untuk ditelan. "Ada dua pilihan, mencegah terpuruknya perekonomian atau menempatkan hidup masyarakat dalam bahaya dengan tidak mengorbankan sektor ekonomi," cetusnya.

"Di sini tindakan bijak sangat diperlukan, antara lain berkompromi dengan mengkombinasikan keduanya, yaitu hidup berdampingan dengan pandemi dan saat yang sama memeranginya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Terpenting bagaimana kita melindungi warga dari virus mematikan ini dan melakukan semua prosedur pencegahan serta kebijakan demi mengurangi dampak virus corona," ujar Irjen Pol. Istiono. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT