17 September 2020, 18:46 WIB

Catat, Penumpang KA Jarak Jauh akan Dapat Subsidi Biaya Rapid Test


Insi nantika jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Perhubungan bakal memberikan subsidi biaya rapid test terhadap penumpang kereta api jarak jauh atau yang ingin berpergian keluar kota.

"Kita selama ini ada bantuan subsidi. Termasuk pemberian subsidi rapid test terhadap penumpang kereta api," ungkap Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dalam webinar, Jakarta, Kamis (17/9).

Kemenhub, sebutnya, selama ini berupaya membantu operator angkutan umum agar bertahan di tengah kondisi pandemi covid-19. Zulkifri mengatakan, adanya subsidi biaya rapid test bisa mendorong jumlah penumpang kereta.

"Adanya subsidi ini agar ada kepercayaan terhadap pelayanan kereta api," tuturnya.

Baca juga : Pembangunan Transportasi Harus Ciptakan Perekonomian Baru

Sementara itu, Kepala humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan pihaknya bakal mematuhi ketentuan pusat jika ada pemberlakuan tersebut. Saat ini biaya rapid test di stasiun sebesar Rp85 ribu.

"Yang pasti kami akan menjalankan yamg menjadi program dari pemerintah," pungkas Eva kepada Media Indonesia.

Sebelumnya, VP Public Relations KAI Joni Martinus menyebut, rata-rata perjalanan kereta api di bulan September 2020 adalah 315 perjalanan KA per hari, naik 36% dibanding bulan Agustus 2020 yaitu sebanyak 232 perjalanan KA per hari.

Adapun rinciannya, KA Jarak Jauh naik 77% dari rata-rata 75 KA perhari di bulan Agustus, menjadi rata-rata 133 KA perhari di bulan September. Sedangkan KA Lokal naik 16% dari rata-rata 157 KA perhari di bulan Agustus, menjadi rata-rata 182 KA perhari di bulan September. (OL-7)

BERITA TERKAIT